ads ads ads ads ads ads ads

24 Jam di Mumbai

Inilah petunjuk menuju Mumbai Selatan bagi para penikmat kehidupan, yang menyukai gelembung pada minuman mereka, aroma harum makanan, dan menginginkan hari yang menakjubkan.

09.30: Selamat pagi Mumbai!

Awali darshan (istilah bahasa Sanskerta untuk berdoa -- kontak visual dengan Tuhan) Mumbai Anda dengan secangkir chai (teh) hangat dan sarapan lezat di Indigo Deli, kafe-deli-gourmet elegan dekat dengan Gateway of India. Pesanlah sepiring couscous upma -- campuran rasa India Selatan dan Mediterania atau telur Benedict yang lezat.

10.30: Belanja khas India

Setelah menyantap makanan lezat di pagi hari, langkahkan kaki anda ke Soma (Amarchand Mansion, lantai 2, di atas Restoran Golden Gate, Madam Cama Road, Colaba; tel +91 (0) 22 2282 6050). Butik Soma biasanya menghasilkan produk taplak meja dari linen, razais (selimut dari kapas murni) berwarna pastel, tas berwarna pink terang,dan serbet dengan berbagai macam pola cetak yang sangat menonjolkan identitas India. Anda pasti membayangkan cetakan bunga teratai berwarna pink, gajah dan bunga marigold. Pakaian dewasa yang mereka buat terkenal dengan gaya kasualnya, sementara pakaian untuk anak kecil terlihat rapi serta nyaman dipakai untuk musim panas India.

Bagi Anda yang suka barang antik, wajib berkunjung ke Phillips Antiques (Indian Mercantile Mansion, di seberang Regal Cinema, Madame Cama Road, Colaba; tel. +91 (0) 22 2202 0564), toko barang antik tertua di Mumbai. Toko antik itu menjual mulai dari pernak-pernik dengan harga terjangkau (kotak tulang kayu Sialkot) hingga barang antik mengagumkan, mereka juga memiliki ukiran asli dan koleksi dari Tanjore serta lukisan kaca. Ini adalah sebuah perjalanan ke India masa lampau.

Tidak jauh dari situ, ada Ensemble, tujuan utama couture dan butik desainer orisinil di Mumbai. Carilah hasil karya Anamika Khanna dan Sabyasachi dengan gaya bohemiannya, siluet Tarun Tahiliani dan tunik berhias dari Monisha Jaising, untuk menyebut beberapa nama utama di dunia fesyen India. Desainer-desainer terbaru seperti Atsu dan Pratima Gaurav memberikan kesegaran. Butik ini adalah tempat berbelanja para diva Mumbai. Untuk tren pakaian global dan modern, Bombay Electric di Mumbai bisa menjadi lawan seimbang bagi Barney's di New York (hanya saja Bombay Electric lebih kecil dan unik). Di sinilah tempat desain lokal berkembang, mulai dari Anupama di Delhi hingga Savio Jon asal Goa, serta Anuj Sharma dan Nachiket Barve. Anda juga bisa menemukan label Ghee Butter dan Pashma, yang menjual syal pashmina.

Kemudian ada Bungalow 8 yang bergaya boho chic dan dimiliki oleh Maithili Ahluwalia. Toko ini tampak seperti sebuah rumah milik nyonya kaya yang tinggal selama beberapa dekade antara Prancis dan India, saking kuatnya pengaruh Prancis pada dekorasi dan pemilihan produk di toko.

Perabot meja makan dan furnitur memenuhi lantai pertama, perlengkapan tidur dan mandi ada di lantai dua, dan pakaian ada di lantai tiga. Mereka memperoleh barang-barang ini dari berbagai daerah di India. The Bungalow, merek pakaian mereka, adalah kerajinan India dengan siluet Prancis dengan tekstur sentuhan yang mewah. Sementara itu, ibu Maithili, Jamini Ahluwalia merancang perhiasan couture yang ingin dimiliki oleh setiap wanita di Mumbai.

13.30: Makan siang di pinggir jalan

Makan siang vegetarian khas India harus Anda lakukan di Soam (Sadguru Sadan, Lantai Dasar, Chowpatty, Girgaum Opp. Babulnath Temple; tel. +91 (0) 22 2369 8080). Mulailah dengan memesan yang segar dan manis, seperti lassi (yoghurt shake) kemudian pesan dahi batata puri, snack gurih khas India terbuat dari wafer renyah, kentang, saus asam dan yogurt. Atau cobalah pav bhaji (sayuran yang dicampur dengan roti berlapis mentega-- makanan yang paling mudah ditemukan di pinggir jalan Mumbai). Selain itu, Anda bisa mencoba makanan yang mereka rekomendasikan, coba juga khichdi (sajian nasi) yang lezat, lalu ditutup dengan jalebis yang panas dan seperti sirup. Bersiaplah menghadapi antrian yang selalu ada.

Jika Anda ingin makan siang yang berdaging, cobalah pengalaman masakan fusion Indo-Iran di Britannia, untuk makanan Parsi – perpaduan unik rasa Persia dan India. Pesanlah berry pulao (sajian ayam dan nasi dibumbui cranberry asam, kacang, dan rempah), salli boti (kari daging domba dan keripik kentang) atau nasi dhansak (lentil dan daging domba rebus dengan nasi merah). Untuk makanan penutup, sebaiknya abaikan hidangan penutup apa pun kecuali puding karamel.

15.00: Perhiasan buatan tangan, furnitur kuno, dan menjahit baju

Bagi Anda yang suka furnitur antik bergaya kolonial (tempat tidur empat tiang, kursi santai, dsb) serta furnitur repro berkualitas tinggi, berkunjunglah ke Mahendra Doshi (Giriraj Building, basement, Walkeshwar Road 201, dekat Teen Batti, Malabar Hill; tel. +91 (0) 22 2363 0526). Pesona Chiki Doshi dan Mahendra bhai akan menjamin perjalanan ke bangunan arsitektural India dan memastikan barang berharga Anda akan sampai dengan aman di manapun Anda berada. Seperti namanya, The Raj adalah rumah lain mebel kayu India dan beberapa replika. Ricky Lamba, pemilik rumah itu adalah salah satu orang yang paling memiliki selera bagus di Mumbai. Saat di sana, Anda wajib mencoba sulaman tangan kurta (tunik) dari tempat kecil bernama Neemrana (Purshottam Building 6, New Queen's Road, Opera House; tel. +91 (0) 22 2361 4436).

Tempat perbelanjaan di Taj Mahal Palace & Tower sudah menunggu -- sebuah bazaar mewah yang tak bisa Anda lewatkan (beberapa tujuan belanja terbaik di India masih ada pada hotel bintang limanya). Jika tertarik membeli perhiasan, Anda harus pergi ke Gazdar's (+91 98193 37141), pengrajin perhiasan paling terkenal di Mumbai sejak 1930an. Berlian yang belum diasah, perhiasan vintage dan art deco, mutiara laut selatan dan perhiasan emas tradisional dari India Selatan, ini adalah Gua Aladdin untuk para maharani modern.

Indian Textiles (+91 (0) 22 2202 8783) punya koleksi lengkap selendang sutra, bahan, syal, dan sari khas India. Anda bisa membeli kain untuk membuat sebuah gaun atau terbuai dengan kemewahan syal pashmina dengan sulaman halus mereka yang berkualitas dan terjamin. Bukan hanya para turis yang menginginkan bahan-bahan mewah itu, namun penduduk lokal juga pergi ke sana untuk memenuhi hasrat mereka memiliki kain idaman.

Telusuri lebih dalam pusat perbelanjaan itu dan temukan toko Joy Shoes (+91 (0) 22 2284 1227), tempat Anda dapat membeli sepatu khas India yang terkenal, kolhapuri chappal, sandal kulit buatan tangan yang indah tanpa sentuhan paku besi. Sandal itu bisa digunakan oleh pria dan wanita, keluar dalam berbagai variasi warna, dan bisa dipakai ke manapun Anda pergi, dari makan siang santai di akhir pekan hingga ke pantai di St Barts. Untuk pakaian pria, pergilah ke Maharaja, di sana Anda bisa mendapatkan baju berbahan linen dan sutra. Jika beruntung, mereka akan memodifikasi kurta sesuai tenggat waktu yang Anda berikan.

18.00: Sudah lelah? Waktunya minum teh

Naikilah anak tangga termewah ke lantai satu di sayap bangunan klasik Taj Mahal Palace & Tower. Di situ ada Sea Lounge, ruang minum teh yang ditata dengan periode klasik Mumbai. Terdapat berbagai pilihan teh dan makanan, tapi saya merekomendasikan bhel puri (semacam keripik nasi, saus bawang putih, ketumbar dan asam dengan potongan bawang dan kentang) atau kheema ghotala (cincangan daging yang sangat lezat) dan secangkir kopi dingin. Penduduk India menyukai kopi dingin. Jika Anda juga suka, manjakan diri di kafe bakery ini untuk merasakan cemilan dan secangkir teh di Theobroma (Shop 24, Cusrow Baug, Colaba Causeway; tel. +91 (0) 22 6529 2929). Sementara itu, roti palmier di tempat ini sangat digemari, begitu juga brownies-nya serta roti daging domba yang bisa Anda bandingkan dengan kue jahe dan teh rasa mint di Cafe Kala Ghoda di distrik seni.

20.30: Minum dengan berkelas

Langkahkan kaki Anda ke atap hotel Taj Mahal Palace & Tower di Marine Drive. Anda akan menemukan The Dome, sebuah bar yang sangat bergaya, sempurna untuk menenggak Moët & Chandon sambil mengagumi pemandangan laut Arabian dan lampu-lampu yang menyala di tepian Marine Drive, atau terkenal sebagai Queen's necklace. Atau Anda naik taksi menuju tempat populer baru, Tote untuk restoran dan bar di area balapan Mahalaxmi, di tempat paling mutakhir ini, Anda bisa memesan single malt sambil menikmati pemandangan dan suara hiruk pikuk Mumbai.

21.30: Makan malam

Tote menghidangkan makanan berkelas dunia, tapi kota ini dihargai karena makanan lautnya yang berempah untuk makan malam. Ada
restoran Trishna yang menghidangkan kepiting mentega dengan lada bawang putih, atau udang, cumi-cumi dan kerang yang dimasak dengan rasa lokal. Pesanlah Hyderabadi dal (lentil pedas) sebagai makanan tambahan yang dinikmati bersama roti Tandoori dan bir India, Kingfisher.

Jika makanan Tandoori lebih menarik, Copper Chimney (Lotus Court, Dr Annie Besant Road, Worli; tel. +91 (0) 22 2492 0505) punya ayam makhani (ayam mentega), naan, dan reshmi kebab (makanan yang lembut, meleleh di lidah dan 'berat') atau chelo kebab yang lebih eksotis, potongan kebab daging kambing yang dihidangkan dengan mentega dan nasi basmati. Cukup lezat.


22.30: Berpesta

Olive Bar & Kitchen di Mahalaxmi adalah tempat nongkrong orang-orang tercantik di kota, dan mereka yang kenal semua orang. Bar itu dimiliki oleh AD dan Sabina Singh, dengan desain santainya, mereka memastikan Anda mendapatkan nuansa 'Goa bercampur Ibiza' di Mumbai. Sepiring pizza atau mezze dari tempat ini adalah kudapan terbaik pada tengah malam.

Tidak jauh dari tempat itu ada sebuah tempat live musik Blue Frog dan klab malam Zenzi Mills, keduanya mencerminkan kehidupan malam Mumbai yang terus berubah, bahkan saat Anda digiring keluar dari sana pada jam 2 pagi. Sayangnya, ada aturan lokal tentang pembatasan kebisingan.

00.00 am: Berkereta ala Cinderella

Setelah membeli bunga melati segar dari penjaja di jalanan, naiklah ke salah satu kereta kuda bergaya klasik Victoria yang akan membawa Anda berkeliling di sepanjang jalan Marine Drive atau sekitar The Gateway of India. Kereta-kereta kuda ini tersedia sejak pukul 8-tengah malam, tapi sebaiknya pada larut malam karena tidak akan ada kemacetan. Nikmati arsitektur art deco Mumbai yang berakar dari Inggris untuk terakhir kalinya, sambil Anda merasakan angin pinggir pantai yang hangat.[id.travel.yahoo.com]
More about24 Jam di Mumbai

Yuk, Nikmati Petualangan Mengasyikkan di Kaki Gunung Slamet

Yuk, Nikmati Petualangan Mengasyikkan  di Kaki Gunung Slamet
Baturraden Adventure Forest
  Baturaden Adventure Forest Baturaden Adventure Forest Baturaden Adventure Forest Semua komponen bangunan terbuat dari bambu 
PURWOKERTO--Menikmati pemandangan dari atas pohon setinggi 10 meter? Rasa penasaran Bru, bocah 9 tahun, terjawab saat ia mengunjungi Baturaden Adventure Forest, wahana petualangan rimba yang berada tak jauh dari obyek wisata Baturaden. Didampingi puluhan instruktur terlatih dengan tingkat keamanan tinggi, ia mencoba satu-demi satu  track-track  yang mengubungkan dari satu pohon damar, ke pohon damar lainnya.

"Pemandangan tampak lebih indah. Aku paling senang saat menjadi Tarzan," celotehnya. Menjadi Tarzan yang dimaksudnya, adalah saat bergelantung di tali untuk berpindah ke pohon yang lain.

Loncat ala Tarzan si manusia hutan, menjadi salah satu daya tarik dari TreeTrek Adventure atau rangkaian jalur high rope course yang terdapat di BAF. Setiap course atau jalur terdiri dari beberapa tantangan, di antaranya: elvis walk, burma bridge, nepalese bridge, dan lain-lain.

Berbeda dengan wahana wisata petualang rimba lainnya -- sebut yang kini tengah dikembangkan di Singapura atau di Sabah, Malaysia -- Baturraden Adventure Forest yang berada di kaki Gunung Slamet (3.428 mdpl) mengkombinasikan keindahan alam dengan petualangan.

Puas bermain TreeTrek Adventure, pengunjung bisa langsung mandi di sungai berair jernih yang disulap menjadi kolam renang alam. Tak berbahaya bagi anak-anak, karena kedalamannya hanya 90 cm dan disediakan pelampung. Yang menarik, di setiap wahana, selalu ada instruktur -- sebagaian besar adalah "alumni" mapala dari berbagai perguruan tinggi -- yang sigap membantu.

Atau, sebelum bermain air, melanjutkannya dengan Forest Trek, berjalan di antara semak belukar menuju atas bukit. Sedikit menanjak dan menyeberangi jembatan kecil, pengunjung akan disambut pemandangan indah tersembunyi: air terjun yang membelah dua bukit setinggi hampir 8 meter.

Forest Trek dengan variasi jalur yang mulai dari 45 menit hingga dua jam mengelilingi kawasan hutan produksi seluas 47 hektare.  Jika malas berjalan, tak usah khawatir, bisa bersepeda di jalur downhill untuk  mountain bike, asyik tidak perlu banyak kayuh, cukup erat menggengam tuas rem.

Bagi anak-anak, Bungee Trampoline Adventure bisa menjadi pilihan. Kegiatan ini bisa melatih anak untuk tidak mengalami trauma ketinggian.

Jalur Canyoning Adventure di sungai Pelus sedang dikembangkan di BAF. Jika ingin tahu apa itu canyoning, bisa mencoba abseil atau turun meniti tali di air terjun Lawang yang membentuk dua lubang tembus batuan. Turun langsung berenang di kolam air terjun. Bisa juga menuruni  air terjun Moprok setinggi 60 meter. Canyoning adalah menyusuri jurang sungai dengan halangan terbesar adalah air terjun.

Yang menarik, setiap bangunan di lokasi BAF menggunakan bahan bambu yang mudah digantikan bila lapuk dan tidak merusak alam. Mulai dari area Guest House, penginapan, mushala, hingga beberapa saung yang didirikan sebagai area peristirahatan atau menikmati pemandangan alam.

Owya, bagi yang ingin bermalam, BAF juga menyediakan mess atau tenda. Kebanyakan pengunjung BAF adalah instansi atau rombongan yang ingin refreshing sekaligus melakukan outbond bersama. Namun, tak sedikit pula pengunjung perorangan atau keluarga.

Bagaimana menjangkau BAF?

Kota terdekat dari BAF adalah Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Kota di tengah provinsi ini memiliki keuntungan pada jalur kereta api. Dari Jakarta, bisa naik kereta Purwojaya atau kereta jutusan Yogyakarta, Solo, atau Surabaya via jalur selatan. Dalam sehari terdapat enam kereta bergerbong eksekutif (Purwojaya, Taksaka, Gajayana, Bima, Argo Lawu, dan Argo Dwipangga) harga  Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu.

Dari stasiun kereta menuju BAF hanya diperlukan setengah jam. Jaraknya 20 km, bisa ditempuh dengan taksi atau angkutan umum jurusan Baturraden.

Jika berkendaraan sendiri, cukup menuju Baturraden dan mengarah ke timur sejauh tiga kilometer dari parkiran di kawasan Wisata Baturraden. Ada papan nama dan panah petunjuk yang mudah dilihat pengemudi.

Berapa biayanya?

Memasuki kawasan BAF dipungut biaya perpaket antara Rp 50  ribu hingga Rp 80 ribu. Paket sudah termasuk makan siang dengan aneka pilihan menu yang menarik.

Apa yang perlu dibawa?
Baju ganti (jika ingin berenang), obat anti-nyamuk oles (buat jaga-jaga), payung, dan baju hangat untuk ansisipasi hawa dingin di sore hari. Jika menginap, membawa kantung tidur sendiri lebih baik. [republika.co.id]
More aboutYuk, Nikmati Petualangan Mengasyikkan di Kaki Gunung Slamet

10 Peninggalan Masa Lalu yang Layak Dikunjungi

Detail Berita
Palmyra (foto: syrisch-essen.de)
BERWISATA tak melulu harus tempat yang indah. Tempat yang menyimpan catatan sejarah juga bisa menjadi lokasi wisata yang menyenangkan, sekaligus mendebarkan.

Berikut sepuluh tempat yang patut anda sambangi:

Palmyra, Suriah
Ini adalah kota kuno yang pada masa lalu merupakan kota penting, letaknya di Suriah tengah. Kota ini berada di daerah Oasis, 215 km sebelah timur laut Damaskus, atau 120 km sebelah barat daya Euphrates. Untuk mencapainya para pelancong harus menyeberangi gurun naik unta.

Borobudur, Magelang, IndonesiaCandi Borobudur dibangun pada abad ke-9 oleh Mahayana Buddhist Monumen, letaknya dii Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Monumen terdiri dari enam panggung segi empat diungguli oleh tiga panggung bundar. Memiliki sekitar 504 patung Buddha patung. Kubah utama berada di puncak tertinggi, dikelilingi 72 Buddha patung yang berada dalam lubang stupa.

Teotihuacan,Baskom, Meksiko..Adalah tempat favorit para arkeolog karena keunikannya. Beberapa berbentuk piramida. Selain struktur yang berbentuk piramidal, Teotihuacan juga diketahui untuk kompleks kediaman besarnya, "Jalan Raya yang Mati yang" apa" yang dinamakan, dan banyak colorful, lukisan dinding terpelihara.

Göreme, Cappadocia, TurkiKota dalam bukit batu ini sering disebut 'cerobong asap peri' karena bentuknya yang unik. Kota ini merupakan salah satu situs bersejarah dari Turki. Letaknya di daerah Cappadocia, provinsi Nev?ehir, di pusat Anatolia. Göreme National Park (Göreme Milli Parklar di bahasa Turki) juga masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO 1985.

Khara-Khoto di MongoliaKhara-Khoto adalah kota yang dibangun pada abad pertengahan di Ejin khoshuu Alxa League, Mongolia. Letaknya di dekat danau Gashun. Kota ini dulunya dikenal sebagai Etzina, yang ditemukan dalam perjalanan Marco Polo.

Wat Phu, Laos.Ini merupakan kuil tertua di Laos. Arti nama kuil tersebut adalah 'sebuah tempat perlindungan di atas bukit'. Diperkirakan kuil ini telah berusia 1000 tahun. Sejak 2001, kompleks kuil ini telah masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Tikal, Guatemala.Kota Maya kuno ini didirikan pada awal abad 800 SM.Ada banyak sisa bangunan di sana yang bisa dinikmati wisatawan.

Volubilis, Maroko.Reruntuhan kota kuno Kekaisaran Romawi sepertinya hampir ada di setiap negara di Eropa. Kolom yang sama, memandang langit, sebuah gerbang kemenangan dan saluran air. Tapi ada dua perbedaan yang signifikan. Pertama, di sini sepi, bahkan saat musim tiba, hanya dua lusin turis per hari. Dan kedua, rarsitektur Romawi kuno memberikan rasa yang sama sekali berbeda.

Bagan, Myanmar (Burma)Tak diragukan lagi, situs ini terabaikan dunia karena terjadinya pergolakan politik di negara itu.Bahkan banyak negara sampai sekarang masih belum bersedia menerima nama baru dari negara - Myanmar, yang muncul setelah terjadi kudeta militer. Lebih parah lagi, sejumlah negara menolak menyertakan situs tersebut dalam daftar Warisan Dunia versi UNESCO karena alasan politik.

Padahal situs ini begitu indah dan sebenarnya layak masuk daftar. Di sana bukan hanya ada pagoda besar yang indah tapi juga gua-gua yang pemandangan di dalamnya sungguh menakjubkan. Warga yang berdiam di goa-goa itu telah membangun pagoda dan patung-patung tapi juga melukis dinding goa dengan cara memahatnya. Ini tempat patut dikukunjung dan tidak cukup waktu sehari untuk melihat semuanya, menyusuri lorong-lorong goa dan menyaksikan seni budaya lokal pada dinding.

Tiwanaku, Bolivia, Amerika SelatanReruntuhan kota kuno berada di dataran tinggi dekat jantung Amerika Selatan. Persisnya berada di ketinggian 4000 meter di atas permukaan laut. Para ilmuwan memperkirakan bangunan itu didirikan. Namun pendapat ini masih kontroversi karena sebagian berpendapat situs ini telah ada pada 100-300 tahun sebelum masehi.
Situs ini merupakan peninggalan bangsa Inca. Arkeolog pertama menemukan Tiwanaku pada abad XIX. Studi lebih mendalam tentang situs ini belum dilakukan. Para ilmuwan sejauh ini belum bisa menjelaskan misteri kota kuno itu, dan apa yang menyebabkan ditinggalkan penghuninya.
(uky) [travel.okezone.com]
More about10 Peninggalan Masa Lalu yang Layak Dikunjungi

Surga dan Bumi di Xintiandi

Pada sisi utara kawasan tertua Shanghai, terdapat distrik paling modern kota itu, Xintiandi. Sarat mode dan kehidupan malam, Xintiandi yang terdiri dari rumah-rumah petak batu yang direstorasi atau shikumen, adalah pusatnya hiburan, belanja dan kehidupan malam. Sesuai dengan namanya yang berarti “surga dan bumi yang baru”.





Tidak seperti distrik perkotaan Shanghai lainnya, Xintiandi terstruktur dan mudah dijelajahi. Jalan sempit berbatu menyempil di antara bangunan baru dari batu abu-abu, menyisakan sejarah kuno kota, sementara usaha setempat, termasuk kafe internasional, bar dan restoran kelas atas serta butik mewah, mengingatkan pengunjung bahwa inilah Shanghai masa depan.

Sangat mungkin untuk menghabiskan seharian penuh di Xintiandi, tapi jangan harap harga murah – belanja dan makan di sini bisa menyaingi pengeluaran di London dan New York. Ironisnya, shikumen di Xintiandi dulunya merupakan tempat pertemuan Mao Zedong dan pemimpin dari Partai Komunis China, tapi kini menjadi ikon kemewahan kapitalis, menarik pengunjung internasional dengan kesejahteraan kelas atas.



Belanja untuk Penyuka Mode

Xintiandi memang mempesona untuk berjalan-jalan dan, meski bisa menghabiskan waktu seharian di sini (apalagi jika Anda memiliki dompet tebal), saya sarankan untuk memulai dengan melihat-lihat butik. Banyak yang menampilkan campuran desain tradisional China dengan motif modern untuk menghasilkan gaya Shanghai yang unik. Yang paling elegan adalah Shanghai Tang, salah satu merk eksklusif pertama China. Pakaian di Shanghai Tang adalah modifikasi modern dari mode China kuno, kebanyakan terdiri dari jahitan pola bahan sutra dan gaya baru busana tradisional. Di dekatnya, PH 7 adalah toko perhiasan lokal yang mengkhususkan pada gelang unik, kalung, dan anting-anting, terbuat dari perak dan dihiasi pola tradisional. Desainer busana China Coco Ma juga mengikuti tren avant-garde itu dengan Elements, sebuah toko pakaian ramah lingkungan yang membuat pakaian wanita dari bahan-bahan alami.

Sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Xintiandi adalah satu dari sedikit tempat di Shanghai yang bebas mobil. Hasilnya, udara bersih dari sedikitnya polusi asap knalpot. Xintiandi terbagi menjadi dua, Blok Utara di mana banyak dijumpai bangunan tradisional, sementara shikumen mulai jarang terlihat di Blok Selatan, lebih banyak pusat perbelanjaan besar. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan pakaian gaya Barat, dari gaya uber-British merk raksasa United Colors of Benetton sampai merk Eropa French Connection dan Giordano. Meski tidak murah, sulit  menemukan tempat yang lebih bergaya seperti ini di Shanghai. Dan itu penting.



Hidangan Mewah – dari Fusion sampai Tradisional China

Sangat mudah mencari makanan di Xintiandi. Terdapat satu blok penuh berisikan restoran gourmet, bistro dan tempat makan, apa pun dari fusion mewah sampai tradisional China atau makanan ala Barat.
Kebanyakan restoran menawarkan tempat duduk luar ruang, khususnya di Blok Utara. Gerbang shikumen dan atap genting mengingatkan suasana masa lalu yang terlewat, lokasi prima untuk memandangi orang berlalu lalang, dari turis Barat, orang kaya China, penduduk setempat, dan orang-orang malam. Di Xintiandi, semuanya bersenang-senang, menikmati campuran Shanghai kuno dan modern.

Ada berbagai macam makanan lezat yang ditawarkan oleh Xintiandi. Munchies menawarkan hidangan ala Amerika seperti chili ala Cincinnati disajikan oleh staf yang mengenakan tie dye, sementara Aniseed menyajikan pho Vietnam terbaik. Beberapa restoran di Xintiandi benar-benar unggulan dari segi fusion, seperti TMSK yang menyebut dirinya “aliran baru kuliner Shanghai”, dengan kombinasi menarik masakan Prancis, China dan Italia, serta modifikasi baru hidangan tradisional. Sangat Shanghai.



Seni dan Museum

Jika Anda tidak lapar atau tak ingin berbelanja, masih ada sudut-sudut Xintiandi yang bisa didatangi, termasuk beberapa galeri seni, café yang nyaman dan Cineplex internasional UME di Blok Selatan. Cobalah chai berkrim di acara minum teh sore bergaya Jepang, dapatkan potong rambut gratis dari siswa salon Vidal Sasoon di Blok Utara atau temukan bagaimana kehidupan di Shanghai pada 1920-an lewat Museum Wulixiang Shikumen di Taikang Lu.

Anda juga bisa menghabiskan satu jam untuk memahami sejarah Xintiandi dengan mengunjungi tempat diadakannya Kongres Nasional CCP pertama, sebuah museum yang menceritakan siapa, apa dan kapan lahirnya Partai Komunis China.

Mencapai Xintiandi

Xintiandi sangat mudah untuk dicapai, dan saya yakin arsitek asal Amerika yang mendesain distrik itu (Benjamin Wood) memang bermaksud begitu. Gunakan Metro Red Line 1 menuju stasiun Huangpi Selatan dan berjalanlah ke arah selatan sekitar dua blok sampai atmosfir mempesona Xintiandi dan lorong batu batanya terhampar di depan mata! [id.travel.yahoo.com]
More aboutSurga dan Bumi di Xintiandi

Kesan Mendalam dari Petualangan Menyusuri Barito

Kesan Mendalam dari Petualangan Menyusuri Barito
Sungai Barito
Sungai Barito Pasar terapung di Sungai Barito Pasar terapung di Sungai Barito Sungai Barito 
 
 Sang fajar belum lagi muncul di ufuk timur. Saya dan sejumlah teman wartawan, dengan kan tuk tertahan memulai petualangan kami pagi itu. Kami rehat sejenak dari kesibukan meliput acara Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) VIII yang digagas Departemen Pariwisata dan Kebudayaan (Depbudpar) RI di bumi Lambung Mangkurat itu. Satu misi kami yang mesti disudahi, menyusuri Sungai Barito, Kalimantan Selatan.

Kami mengendarai mobil sekitar satu setengah jam dari penginapan di Kota Banjarbaru. Tujuan kami, dermaga pasar terapung di Muara Kuin, Banjarmasin. Bersyukur kami menemukan tempat rental mobil murah sehingga tak perlu repot menyetop angkutan umum. Lagi pula, mana ada kendaraan umum yang melintas pukul 03.00 WITA, dini hari. Burung saja belum bangun.

Kami sampai di dermaga pukul 04.00 WITA. Perjalanan kami lebih cepat dari perkiraan karena jalanan memang sepi sehingga tidak ada hambatan. Rumah-rumah masih belum menampakkan kesibukan. Hanya beberapa orang pria yang sedang bersiap-siap mendatangi masjid, menjelang azan Subuh berkumandang.

Kami menuju ke pinggir dermaga, tetapi tak ada aktivitas di sana. Tak ada kapal yang lewat. Kami sempat sangsi bakal ada Pasar Terapung hari ini. Kapal-kapal masih tertambat. Hanya ada seorang lelaki sedang asyik merokok di teras rumahnya yang menghadap ke sungai.

"Pasar terapungnya buka hari ini Pak?'' tanya kami dengan polos. "Pasti, setiap hari buka, tapi setelah shalat Subuh,'' ujarnya. Kami sedikit bingung. Sebab, informasi yang kami terima, pasar terapung dibuka sejak pukul tiga pagi. Kami terpaksa menunggu. Duduk di pinggiran dermaga sambil menikmati dingin dan sepoinya angin Sungai Barito. Sedikit terkantuk karena kami memang kurang tidur.

Azan Subuh menyadarkan kami. Bergegas kami menyambangi masjid dekat dermaga. Beruntung ada sejumlah mukena bersih untuk saya pakai. Ada kenikmatan yang berbeda saat melaksanakan shalat Subuh di masjid berarsitektur khas Banjar itu. Pintupintunya tanpa engsel, dindingnya dihiasi ukiran aneka bunga khas Banjar. Tentu saja, ditambah dengan suarasuara orang yang saling berbincang dengan bahasa Banjar.

Selesai shalat, kami kembali ke dermaga. Sudah ada seorang penarik perahu motor di sana. Kami menyewa jasanya. Namun, kami agak terperangah dengan harga sewa yang ditetapkannya. Dua ratus ribu untuk satu perahu. Padahal, harga pasarannya hanya tujuh puluh ribu.

Mungkin karena saat itu sang penarik perahu tak punya saingan. Boleh jadi pula, karena kami tidak menawar dengan bahasa Banjar sehingga dia bisa mematok harga sesukanya. Mungkin akan lain ceritanya bila kami membawa seorang teman yang bisa menawar dalam bahasan Banjar. Namun, karena tak ada pilihan, akhirnya kami menumpang di kapalnya.

Kapal motor itu pun menderu, membawa kami mengarungi Barito. Pasar terapung ditempuh 10 menit dari dermaga. Untungnya, saat itu bukan musim eceng gondok sehingga tidak ada gangguan saat mengarungi Barito. Biasanya, saat musim hujan pada Desember dan Januari, eceng gondok menutupi sungai. Ini karena di hulu sungai banjir dan kawasan sungai di daerah Kuin kebagian limpahan eceng gondok. Kalau sudah begitu, bakal sulit meng arungi sungai. Bila tak hati-hati, eceng gondok bisa tersangkut di baling-baling kapal dan membuat mesin kapal rusak.

Saat itu masih sangat gelap, tak banyak yang bisa dilihat. Mata kami hanya menangkap cahaya saat melewati gudang-gudang kayu. Memang banyak tempat seperti itu di sepanjang Sungai Barito. Dahulu, sungai ini digunakan untuk menghanyutkan kayu yang sudah ditebang dari hutan. Namun, kini kayu-kayu itu tidak lagi dihanyutkan, tetapi diangkut dengan kapal.

Di suatu titik, penarik kapal mematikan mesin kapalnya. Kapal dibiarkan mengambang tak tentu arah. Saya bertanya-tanya apa alasannya. Saya baru sadar setelah sejumlah jukung atau perahu tanpa motor mendekati kami.
Sang pemilik jukung memburu kami dari berbagai arah. "Wadai...wadai, sayur-sayur,'' teriaknya.

Seorang pedagang bernama Zainuddin dengan gigih memburu kami. Menawarkan wadai atau kue dalam bahasa Banjar. Jenisnya hampir sama dengan kue-kue yang ditemukan di daerah lain. Saya membeli tiga potong donat dan satu minuman kemasan. Lumayan untuk mengganjal perut karena belum sarapan.

"Saya sudah lama berjualan di sini,'' ungkap Zainuddin dengan logat Banjar yang kurang saya mengerti. Dia juga bilang, sejak kecil ikut ayahnya berjualan di pasar terapung Kuin. "Setiap hari saya mulai berdagang sehabis shalat Subuh,'' kata pria yang sudah berumur kepala enam itu.

Zainuddin lalu mengizinkan saya mengambil kodak-nya. Begitu istilah mereka untuk menyebut foto. Sebagian pedagang malah merasa risi diambil fotonya. Seorang ibu penarik jukung mendekati kami dan meminta dagangannya dibeli karena sudah dipotret sebelumnya. "Kan sudah di kodak, belilah nak," katanya. Si ibu itu kemudian pergi dengan ngomel-ngomel karena kami tidak membeli apa pun darinya.

Pasar terapung sudah ada sejak 1526, saat Sultan Suriyansah mendirikan kerajaan di tepi Sungai Kuin. Kerajaan tersebut pada akhirnya menjadi cikal bakal Kota Banjarmasin. Di tepian sungai ini pula, pusat perdagangan tradisional mulai berkembang. Para pedagang dan pembeli berinteraksi dengan menggunakan jukung sejak pukul 04.00 sampai 07.00 pagi.

Para pedagang wanita yang berperahu disebut dengan dukuh. Mereka menjual hasil hutan atau kebun masyarakat di pedalaman, seperti jeruk, pepaya, pisang, kelapa, dan sebagainya, termasuk ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan setempat. Sedangkan mereka yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan.

Meski sudah mengenal alat tukar uang, masih ada pedagang yang bertransaksi secara barter. Pedagang semacam ini disebut bapanduk. [republika.co.id]
 
More aboutKesan Mendalam dari Petualangan Menyusuri Barito