ads ads ads ads ads ads ads

7 Tempat Wisata Telanjang

Detail Berita
Naked Meadow di Munic, Jerman (foto: flickr.com)
UNTUK menarik perhatian wisatawan, lokasi ataupun event wisata seringkali dibuat seunik atau seheboh mungkin. Salah satunya adalah dibuatnya event yang mengharuskan pesertanya tak mengenakan sehelai benang pun alias bugil.

Berikut adalah 7 tempat wisata dan event yang mengadakan acara bugil:

World Naked Bike Ride
Festival bersepeda telanjang ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan tiap 12 Maret. Festival ini dilakukan di setiap kota di berbagai negara. Orang yang mengikuti festival ini bisa bersepeda dalam keadaan bugil.

Mandi musim panas, Ooedo-Onsen-Monogatari, Tokyo, JepangDalam acara pemandian musim panas di Ooedo-Onsen-Monogatari, Tokyo, Jepang, wisatawan dari berbagai negara bisa berendam sembari telanjang bulat di Onsen, air panas alami yang kaya mineral, yang merupakan bagian dari tradisi Jepang.

Festival seni menghias tubuh di Portschach am Worthersee, AustriaFetival menghias tubuh di Portschach am Worthersee, Austria, dilakukan setiap tahun. World Body Painting Festival adalah festival seni lukis tubuh terbesar yang diselenggarakan dari 27 Juni hingga 3 Juli setiap tahunnya.

Kota telanjang di PerancisKota Cap d'Agde di Perancis juga disebut kota telanjang. Di kota ini Anda bebas untuk tidak mengenakan sehelai benang pun saat bepergian. Mengenakan pakaian bersifat opsional di kota ini. Kota ini juga dinobatkan sebagai ibukota dunia naturalisme.

Taman telanjang di Munich, JermanEnglischer Garten, di Munich, Jerman merupakan taman di mana para pengunjungnya bisa bebas berjemur dalam keadaan bugil. Taman ini merupakan taman kota terbesar di Eropa dengan luas hampir empat kilometer persegi. Berjemur telanjang telah diizinkan di taman ini sejak tahun 1960-an.

Pantai telanjangPantai Haulover merupakan pantai di Miami, Florida, di mana orang bebas berbugil ria. Pantai ini mendapat izin khusus dari pemerintah Amerika Serikat di mana mengenakan pakaian dinyatakan bersifat opsional.

Kapal pesiar telanjangSebuah kapal pesiar di Split, Kroasia, milik perusahaan kapal Waterways menawarkan perjalanan sensasional, yaitu perjalanan delapan hari di kapal pesiar. Turis dibolehkan berseliweran telanjang dalam perjalanan ke pantai Dalmatian di Kroasia.
(fmh) [travel.okezone.com]
 
More about7 Tempat Wisata Telanjang

Shanghai Modern – Taikang Lu

Di sebelah selatan kawasan Old French Concession, Taikang Lu (lu berarti "jalan" dalam bahasa China) membentang dari timur ke barat di lingkungan kelas menengah Shanghai. Daerah yang tidak berbeda jauh dengan Xintiandi, distrik ini dipenuhi gang-gang kecil tempat pakaian masih di jemur di luar dan para orang tua duduk di pinggir jalan untuk bermain majiang sampai sore hari. Taikang Lu awalnya didesain sebagai distrik seni pada 1998 ketika sebuah pabrik permen bobrok direnovasi menjadi International Artists Factory.



Perbedaan antara Taikang Lu dengan jalan-jalan tua lain di Shanghai adalah bahwa saat ini Taikang Lu menjadi rumah bagi puluhan galeri seni, restoran, dan butik mewah yang melayani kerumunan bohemia kota. Sedangkan gang-gang di sekitarnya merupakan campuran aneh dari perdangangan Shanghai baru yang mewah, dan penduduk lama yang enggan menerima perubahan di sekitar mereka, tetap bertahan untuk tinggal di lingkungan yang dulunya kumuh itu.

Meski agak susah ditemukan, Taikang Lu menjadi tempat nongkrong para ekspatriat, orang muda Shanghai bergaya Barat, serta seniman lokal. Bila Anda menghabiskan sore dengan menikmati secangkir kopi di belakang gang padat distrik ini, Anda mungkin lebih merasakan suasana seperti di piazza Italia dari Shanghai kuno. Sementara Xintiandi menawarkan tempat belanja untuk kalangan atas, butik kecil  Taikang Lu dan toko-toko berseni menghadirkan berbagai pakaian karya desainer lokal, keramik, furnitur dan tentu saja karya seni.

Selain belanja, makan di wilayah Taikang Lu mungkin menjadi daya tarik terbesar. Bersantai di Taikang Lu sambil menikmati gang-gang bernuansa Eropa yang bercabang dari jalan utama membuat wilayah ini menjadi tempat menyenangkan untuk melepaskan diri dari keriuhan Shanghai. Anda pun akan terpindahkan ke dunia dengan kafe-kafe pinggir jalan, brasserie Prancis dan kedai kopi yang artistik. 

Belanja

Pada kunjungan pertama saya ke Taikang Lu, saya langsung menuju rumah seni orisinil di daerah tersebut, International Artists Factory, sebuah bangunan 4 lantai yang terletak jauh dari jalan utama di Lane 210. NEST adalah peritel mahal di lantai 2, yang menyediakan pilihan berseni dari segala macam barang, mulai tas sampai pakaian anak-anak. Roger & Guy lebih merupakan toko aksesoris di mana Anda dapat menemukan lilin beraroma, hiasan, lampu-lampu unik dan perlengkapan bohemian lainnya. Beberapa jalur lain sepanjang Taikang Lu layak untuk ditelusuri, tapi Lane 210 memiliki pemusatan terbesar toko. INSH, yang berarti "in Shanghai", telah menjadi merek lokal legendaris.




Makanan

Lane 210 adalah tempat terletaknya restoran paling terkenal di seluruh Taikang Lu, Kommune. Kafe ikonik ini, disebut sebagai pusatnya persimpangan kreativitas Shanghai, adalah tempat untuk melihat dan dilihat bagi para seniman kota dan kerumunan hipster.

Tapi jika Anda benar-benar lapar, datang ke Lane 248, yang memiliki pilihan makanan terbanyak di daerah tersebut. Gang sempit itu dipenuhi campuran dari masakan internasional, bar dengan meja yang diletakan di luar. Saya mampir di Miss Ginger, sebuah kafe yang enak dijadikan tempat bersantai, untuk mengistirahatkan kaki yang lelah dan minum secangkir teh kental sambil duduk di meja luar, menyaksikan dunia yang terus bergerak. 'Saudara' kafe ini adalah restoran Ginger Indochine, yang menyajikan masakan fusion Asia.

Tentu saja, perjalanan tidak akan lengkap tanpa mencoba masakan lokal. Di Shanghai, dim sum merupakan salah satu kuliner terkenal yang tidak boleh Anda lewatkan.

Barang Seni

Mengunjungi Taikang Lu tak akan lengkap tanpa mengeksplorasi hal yang mengawali kehebatan daerah ini: seni. Dan di sini, Anda dapat
menemukan apa pun dan semuanya. Saya menuju ke Shirt Flag, yang terletak di Lane 210 dan menyimpang berbagai jenis perlengkapan bergaya Komunis 'baru'. Intens dan menarik, tas Chairman Mao mereka tidak terlalu norak dibandingkan tas yang dijajakan seharga ¥10 di tempat lain.

Tempat lain yang layak didatangi adalah Tune Long, galeri foto yang menampilkan karya-karya foto mengenai kehidupan sehari-hari di China dalam ukuran besar, The Pottery Workshop (tempat pembuatan tembikar) untuk keramik dan mug, ChinArt Gallery di Lane 200, yang merupakan ruang untuk seni multimedia, dan tidak jauh dari tempat itu terdapat Music Pavilion. 

Cara ke Sana

Tidak seperti Xintiandi, Taikang Lu tidak begitu mudah dijangkau. Anda sebaiknya mengunakan Metro Red Line 2 dan turun di stasiun South Shaanxi Road South dan menggunakan pintu keluar 4. Berjalan dua blok ke arah timur di Huaihai Road dan berbelok ke kanan menuju Ruijin Road, jalan terus ke selatan sampai menemukan Taikang Lu. Banyak yang mengatakan, perjalanan itu memakan waktu sekitar 20 menit. Pilihan lain yang lebih mudah dan cepat adalah, Anda memanggil taksi dari mana saja di Shanghai dan bilang "Taikang Lu".

Tentang Penulis

Megan Eaves adalah penulis perjalanan freelance dan pencinta China. Dia guru bahasa Inggris di sebuah kota kecil di Provinsi Zhejiang, tempat hari-harinya diisi dengan membetulkan kesalahan tata bahasa, membunuh lebah, dan dipelototi oleh orang lokal.

Megan sudah berperjalanan ke Tembok Besar sampai Gurun Gobi, dan tidak takut untuk menuliskannya. Dia juga menulis buku berjudul "This is China: A Guidebook for Teachers, Backpackers and Other Lunatics”. Dia, tentu saja, punya situs: http://www.meganeaveswriting.com [id.travel.yahoo.com]
More aboutShanghai Modern – Taikang Lu

Mengenal Rumah Tradisional Sumba

detik_IMG_1865JPG-
Kumpulan tanduk kerbau dan taring babi diatasnya

detik_IMG_1866JPG-
Bersantai bersama keluarga


detik_IMG_1912JPG-
Rumah tradisional yang beratapkan alang - alang
NUSA TENGGARA TIMUR

Di pulau Sumba, rumah - rumah tradisional masih mudah untuk ditemukan. Terutama di wilayah kampung - kampung adat. Rumah - rumah yang terbangun dari kayu, papan dan bambu menjadi sebuah ciri khas masyarakat disana. Bagi mereka, rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal saja. Tapi, juga memiliki fungsi sebagai pusat kehidupan dan upacara adat mereka.

Rumah - rumah itu dibangun dengan cara tradisional, tanpa menggunakan paku sama sekali. Mereka menggunakan rotan yang diambil dari hutan untuk menautkan bagian - bagian rumah. Penduduk Sumba percaya bahwa, rumah mereka adalah rumah yang diperuntukkan bagi tiga alam. Bagian atap atau langit - langit rumah yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen adalah tempat berkumpulnya para roh leluhur yang sudah pergi mendahului mereka. Bagian rumah yang memiliki kamar - kamar adalah bagian dari tempat hunian manusia yang masih hidup. Bagian tiga yang dibawah panggung rumah adalah bagian tempat mereka memelihara ternak dan tempat berkumpulnya roh - roh jahat.

Di dalam rumah tersebut memiliki empat tiang utama yang menyimbolkan sebagai utara, selatan, timur dan barat. Di tengah tiang - tiang itu akan dibuat sebuah tungku perapian yang menyimbolkan sebagai matahari. Tungku ini adalah sumber kehidupan bagi penghuni rumah, karena berfungsi sebagai dapur untuk membuat makanan bagi seluruh keluarga.

Pria dan wanita penghuninya pun memiliki ruang sendiri - sendiri. Yang dimana satu sama lain tidak boleh memasuki ruang yang bukan areanya. Ada jarak yang harus ditaati meskipun masih dalam satu ikatan keluarga.

Di bagian depan rumah yang seperti teras bambu, difungsikan sebagai tempat berkumpulnya ketika santai ataupun tempat menerima tamu. Dinding bagian luar akan selalu dihiasi dengan tanduk - tanduk kerbau dan taring - taring babi yang berasal dari penyembelihan ketika upacara adat dilakukan. Terkadang jumlah tanduk dan taring mencampai ratusan buah. Ini juga menandakan sebagai simbol gengsi martabat keluarga penghuni rumah.

Apabila anda pergi ke Sumba, mampirlah ke rumah - rumah adat tersebut dan rasakan sambutan hangat yang akan mereka berikan. Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

(Muhammad Lukman Hakim / Muhammad Lukman Hakim) [travel.detik.com]
More aboutMengenal Rumah Tradisional Sumba

Jerman, Pusat Jajanan Terbesar di Eropa

Detail Berita
Kaufhaus des Westens (Foto: Google)
JERMAN merupakan pusat jajanan makanan terbesar di Benua Eropa. Anda akan menemukan berbagai macam makanan yang begitu banyak sampai bingung mencicipinya. Makanan yang berasal dari daerah terpencil di Eropa pun turut dijajakan di sini.

Kaufhaus des Westens, toko tertua di tempat ini, berdiri sejak 1907 silam. Toko yang telah berdiri lebih dari 100 tahun ini menjajakan berbagai macam makanan.

Bangunan di toko ini membuat kita seperti berada di masa lalu, lantainya dibuat seperti era tahun 1956-an. Namun, toko ini memberikan nilai tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Bangunan memiliki tujuh lantai. Pengunjung sangat tertarik dengan lantai teratas sebagai ruang "taman musim dingin". Ruangan ini dikelilingi oleh jendela dan diisi dengan restoran kecil dan toko makanan.

Lantai keenam juga memiliki sejumlah restoran yang tersebar di seluruh pasar ada lebih dari dua lusin toko di tempat ini.

Sekitar 400 jenis roti dari kue kering sampai tart yang terlihat lezat ditampilkan di tempat ini. Segala macam keju asli maupun fermentasi dijual di tempat ini, ada sekitar 1800 jenis keju yang ditawarkan. Gerai yang menjual daging dan sosis pun terpisah menurut jenisnya.

Gerai seperti ini benar-benar memberikan inspirasi kepada Anda terhadap makanan tertentu. Sekitar 1500 jenis daging dan sosis, daging olahan maupun daging segar yang ditawarkan. Counternya juga terpisah dari setiap wilayah Jerman dan puluhan sosis berbeda dari masing-masing wilayah. (nsa) [travel.okezone.com]
 
More aboutJerman, Pusat Jajanan Terbesar di Eropa

Kandang Buaya Kematian di Australia

Detail Berita
(foto: theme park Crocosaurus Cove)
PERNAH ingin datang tatap muka dengan buaya hidup nyata? Nah, sekarang Anda dapat, datang ke theme park Crocosaurus Cove di Darwin, Australia.

Daya tarik Taman "Cage of Death", memungkinkan pengunjung untuk memiliki pertemuan-dekat dengan buaya dari dalam keselamatan tangki akrilik 4-cm-tebal yang memisahkan mereka dari "Choppa," seekor buaya air asin.

Pengunjung akan tenggelam di dalam tangki selama 15 menit sambil Choppa mencoba untuk mengambil dan menggigitnya.

Meskipun hal ini mungkin terdengar menarik bagi para pencari sensasi, daya tarik telah memicu kritik dari aktivis hak-hak hewan yang melihatnya sebagai cara kejam mengejek buaya dan mengganggu rumahnya.

Selain "Cage of Death," kawasan taman ini juga memiliki tujuh buaya dengan jendela melihat bawah air dan satu dengan area kolam di samping jendela sehingga pengunjung dapat melihat bagaimana rasanya berenang dengan buaya.

Pengunjung juga akan dapat melihat lebih dari 100 buaya, 200 ikan, 40 kura-kura dan 76 ular dan kadal, dan Burt, yang terkenal buaya untuk perannya dalam Crocodile Dundee.
(uky) [travel.okezone.com]
 
More aboutKandang Buaya Kematian di Australia