ads ads ads ads ads ads ads

Pancake Durian, Lucu Banget...

YUDI/DOYANMAKAN.COM Nasi panggang keju ayam di restoran Sari Laut Jala Jala, Jakarta. 

Ada satu tempat yang bisa dibilang cukup baru di Jakarta tapi sudah lama sekali ada di Medan, yaitu Restoran Nelayan. Cabangnya yang di Jakarta disebut dengan Sari Laut Jala-Jala. Namun, teman-teman saya lebih sering menyebutnya dengan Jala-Jala saja. Letaknya di Mal Taman Anggrek. Setiap kali melewati Jala-Jala, saya pasti tertarik melihat display dessert mereka, lucu-lucu lho bentuknya. Nah, kebetulan baru kali ini kami sempat mencobanya.

Tempatnya lumayan besar dan hampir seluruh meja terisi tamu. Tampak pula pelayan yang sibuk mondar-mandir melayani pesanan dan menghantar makanan. Ada pula yang berkeliling menawarkan dimsum dan dessert. Setelah duduk, kami pun pesan menu yang menjadi andalan di Jala-Jala, yaitu nasi panggang keju ayam. Teman saya pesan nasi ayam hainam. Kami juga pesan kwo tie juga pancake durian.

Yang pertama datang adalah pancake durian, seporsi berisi dua buah pancake berwarna hijau yang berbeda bentuk dengan pancake pada umumnya, Pancake ala Jala-Jala ini berbentuk seperti bantal kecil... he-he-he. Lucu bentuknya. Pelayannya juga menawarkan memotong pancakenya supaya lebih mudah disantap. Nah, kue dessert inilah yang selalu menarik perhatian saya setiap kali melewati Jala-Jala. Begitu saya cicipi, hmmm... rasa duriannya sangat enak, yummy banget duriannya. Rasa keseluruhan pancake durian ini sangatlah enak. Dan tidak terasa dua buah pancake tadi habis dalam sekejap, padahal seharusnya itu menjadi dessert kami.

Akhinya datang juga pesanan kami yang lain, seperti nasi panggang keju ayam yang disajikan di sebuah wadah kayu seperti wadah dimsum yang sudah dilapisi terlebih dahulu dengan aluminium foil. Kejunya menutupi seluruh permukaan nasinya dan di bagian atasnya ada potongan ayam goreng seperti chicken katsu. Wah... wah... keliatannya enak sekali lho. Benar saja, suapan pertama terasa sangat enak. Kejunya yang meleleh bercampur dengan nasi, duh, enak sekali, apalagi ditambah cruncy-nya chicken katsu tadi. Anda harus coba menu yang satu ini kalau ingin makan di Jala-Jala. Soalnya enak he-he-he....

Sekarang kita coba menu berikutnya, yaitu nasi ayam hainam. Nasi hainamnya disajikan dengan ayam, sayur kacang panjang, telur, dan emping. Hmmm... isi menunya tidak seperti nasi ayam hainam pada biasanya. Mungkin ini khas nasi ayam hainam ala Jala-Jala. Rasanya juga lumayan enak. Nasinya terasa gurih dan telurnya juga enak. Satu lagi menu kami, yaitu kwo tie yang berisi sayuran dan daging ayam, digoreng setengah matang... nyam-nyam enak. Seporsi berisi 6 potong, dan hampir semuanya saya yang makan ha-ha-ha.... Doyan atau lapar ya. Tapi, saya memang salah satu penggemar kwo tie.

Well, yang belum pernah mencoba Jala-Jala, silakan mampir ke sini, ya, dan cobain deh nasi panggang ayam kejunya yang mantap itu. O iya, jangan lupa pancake duriannya yang lucu juga layak Anda coba. Selamat makan, teman-teman. [travel.kompas.com] (Ita)

YUDI/DOYANMAKAN.COM Pancake durian di restoran Sari Laut Jala Jala, Jakarta.
More aboutPancake Durian, Lucu Banget...

Membanting Kemurungan di Bantimurung

Oleh Amril Taufik Gobel

Sedang murung atau sedih? Jangan risau.

“Banting saja kemurunganmu di Bantimurung,” seloroh kawan saya saat kami bercakap mengenai obyek wisata andalan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jaraknya lebih kurang 45 km dari Kota Makassar.

Dan memang benar, selama saya melewatkan masa SMA di Maros dulu (1986-1989), Bantimurung menjadi pilihan berwisata bagi kami sekeluarga dan teman-teman sekolah. Selain memang tempatnya dekat, air terjun serta obyek wisata lain yang ada di sekitarnya menawarkan keindahan. Kemurungan itu rasanya bagai terbanting. Dari pusat kota Maros, Bantimurung sudah dapat dijangkau dengan waktu lebih kurang 20 menit dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Secara geografis objek wisata Bantimurung memiliki luas wilayah mencapai 6.619,11 km2 Memasuki kawasan ini, kita akan disambut oleh sebuah gapura besar dengan kupu-kupu raksasa, diikuti patung kera berukuran jumbo. Ini menandakan Bantimurung merupakan habitat asli kupu-kupu dan kera.

Photo credits - TEMPO/Ayu Ambong

Air terjun jatuh perlahan melalui batu cadas dari ketinggian 15 meter dan lebar 20 meter menyajikan nuansa alam yang khas. Selain pemandangan alam yang indah, air terjun ini juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk kegiatan mandi atau sekadar untuk merasakan percikan sejuk air pegunungan.

Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Di sebelah kiri air terjun terdapat jalan wisata dan tempat duduk permanen yang membatasi jalan dengan sungai, terusan dari air terjun. Biasanya pengunjung yang datang sekadar mengabadikan gambar panorama air terjun. Di sebelah kanan air terjun, terdapat areal yang cukup landai untuk berkumpul bersama keluarga dengan menggelar tikar sambil menikmati pemandangan. Pengunjung juga bisa duduk di bawah pepohonan rindang atau mandi di air terjun.

 
Photo credits - TEMPO Zulkarnain

Taman Wisata Alam Bantimurung secara umum bergelombang sampai berbukit-bukit. Batuan kapur membentuk bebukitan terjal di kanan kiri sungai. Daerah datar terletak di bagian selatan, tempat terdapatnya air terjun dan kolam. Daerah datar lainnya yang mempunyai panorama cukup menarik terletak di bagian utara taman wisata alam, dapat ditempuh melalui jalan setapak dari air terjun. Vegetasi yang terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah tipe hutan hujan pegunungan yang didominasi oleh famili Liniaceae, antara lain; jambu hujan (Eugenia sp), jabon (Anthocepalus cadamba), pala-pala (Mangifera sp), enau (Arenga pinnata), centana (Pterocarpus indicus) dan lain-lain.

 
Photo credits - TEMPO Zulkarnain

Selain menikmati pesona air terjun Bantimurung, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa Mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal. Bening dan mampu memantulkan cahaya. Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi.

Untuk menuju Goa Batu dibutuhkan stamina yang prima meskipun pengelola sudah membuatkan anak tangga setinggi 10 meter. Perjalanannya cukup jauh dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Namun setelah tiba, segala kelelahan segera terbayar dengan pemandangan indah serta air terjun kecil yang begitu asri. Belum lagi keindahan di dalam goa dengan stalaktit dan stalagmite sepanjang lorong 30 meter.

 
Photo credits - TEMPO Rully Kesuma

Pada 1856 – 1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu, termasuk kupu-kupu Bantimurung. Menurut Wallace, Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly karena ditemukan beragam spesies kupu-kupu langka yang jarang terdapat di daerah lain. Berbagai jenis kupu-kupu yang terdapat di kawasan tersebut antara lain dari family Saturnidae, Nocturnidae, Spingidae dan Nyphalidae. Jenis kupu-kupu tersebut menurut para ahli hanya terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung. Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di sana, dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron dan Papilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.

Untuk menjaga kupu-kupu dari kepunahan, pemerintah setempat membuat penangkaran di lokasi ini, dan tentunya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Selain penangkaran, ada juga museum kupu-kupu sebagai informasi dan pusat data kupu-kupu yang hidup di alam Bantimurung. Sebelum pulang jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kupu-kupu indah Bantimurung yang sudah diawetkan dalam bingkai kaca dengan jumlah variatif. Oleh-oleh ini bisa dipajang di dinding rumah sebagai kenangan dan tanda bahwa Anda sudah mengunjungi “Kerajaan Kupu-Kupu” di Bantimurung.

 
Photo credits - TEMPO Zulkarnain

Untuk menikmati kesejukan dan keindahan Bantimurung, pengunjung cukup membayar retribusi karcis sebesar Rp 5000 untuk dewasa dan Rp 3500 bagi anak-anak. Bagi Anda yang ingin berlama-lama di sini, tersedia fasilitas penginapan dengan kisaran harga antara Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu plus fasilitas televisi di dalamnya.

Selamat membanting kemurungan di Bantimurung![id.travel.yahoo.com]
More aboutMembanting Kemurungan di Bantimurung

Taronga Zoo, Bukan Sekadar Kebun Binatang

Detail Berita
(Foto: simonherbert.net)
KEBUN binatang menjadi tujuan wisata sekaligus sarana belajar anak soal keanekaragaman fauna. Di Taronga Zoo, anak juga bisa mengetahui proses konservasi binatang buas.

Taronga terletak di Bradleys Head Road Mosman, Sydney, New South Wales, Australia. Dari Sidney Harbour, perjalanan menuju Taronga ditempuh selama tak lebih dari 30 menit menggunakan bus. Didukung oleh jalan yang lengang tanpa sedikit kemacetan, perjalanan menuju Taronga terasa menyenangkan.

Taman margasatwa terbesar di Sydney seluas 28 hektare ini tidak sekadar tempat rekreasi bagi keluarga, tetapi juga wahana konservasi binatang buas melalui program pendidikan, pemeliharaan, pengembangbiakan, juga penelitian.

Berdirinya Taronga Zoo tidak lepas dari peran The Zoological Society of New South Wales yang membuka kebun binatang pertama kali pada 1884 di Moore Park Sydney. Setelah berkunjung ke Harburg Zoo, Jerman, 1908, sekretaris komunitas pencinta binatang itu, Albert Sherbourne Le Souef, terinspirasi membuat taman margasatwa baru di Sydney.

Pada 1912, pemerintah New South Wales menghibahkan tanah seluas sekira 17,2 hektare di bagian utara Sydney Harbour untuk dibangun taman margasatwa yang kemudian dinamai Taronga Zoo. Sebanyak 228 mamalia, 552 burung, dan 64 reptil dari Moore Park dipindah ke Taronga. Lahan makin diperluas dan 7 Oktober 1916, Taronga dibuka untuk umum.

Wallaby dan wombat, dua jenis hewan khas Australia, menarik perhatian. Di sana ada wallaby leher merah (Macropus rufogriseus) dan wallaby rawa (Wallabia bicolor). Warna merah pada wallaby leher merah ternyata bisa berbeda–beda, ada yang hanya menyemburat di bagian leher, tetapi ada pula yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya.

Si wombat yang diberi nama Abdul sangat lucu. Dia sepertinya mengerti jika sedang diperhatikan. Ia berlarian dan mulai menggali–gali tanah. Hewan mamalia ini berkaki dan berekor pendek dengan panjang tubuh sekitar satu meter. Nama wombat dan wallaby diambil dari bahasa orang Aborigin Eora, yakni Aborigin yang tinggal di Sydney pada 1788.

Meski proses pencernaan makanan berjalan lambat—bisa mencapai 14 hari—wombat bisa berlari cepat hingga mencapai 40 kilometer per jam dan bertahan selama 90 detik. Jadi, meski kelihatannya lucu dan menggemaskan, hewan ini tak bisa dipelihara di rumah.

Selain binatang, yang menarik dari taman ini adalah rimbun dan asrinya pepohonan. Hampir semua pepohonan asli ditanam di sana sejak Taronga dibuka 1916, 90 tahun lalu.

Fasilitas lain yang ditawarkan Taronga adalah berfoto bersama koala. Banyak pengunjung ingin merasakan pengalaman itu dengan membayar 5 dolar Australia. Banyak pula pengunjung berfoto bersama gambar koala.

Taronga dengan alamnya yang asri mirip dengan Taman Safari di Bogor, Jawa Barat. Hanya, Taronga lebih menekankan pada unsur pendidikan bagi pelajar. Para pelajar dilibatkan dalam proses investigasi dan konservasi binatang serta lingkungan tinggalnya. Di sana ada petugas yang khusus menangani masalah pendidikan dengan tujuan membuat kunjungan ke Taronga menjadi lebih berkesan dan bernilai. (ftr)
(uky) [travel.okezone.com]
 
More aboutTaronga Zoo, Bukan Sekadar Kebun Binatang

Dulu Alat Perang, Kini Jadi Gelang

KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Pak Naji dan perkakas dari besi putih dan aluminium. 

Dentuman palu bertalu dan suara gergaji beradu dengan besi. Bunyi-bunyian yang memekakkan dan tak ramah di telinga. Beberapa pria dengan sigap menggergaji sebuah besi berbentuk tabung. Suara yang dikeluarkan begitu mengiris. Desa Daruba, Morotai, Maluku Utara, adalah sentra kerajinan besi putih yang sangat terkenal di kepulauan Maluku, bahkan hingga seantero Nusantara.

Besi putih merupakan gabungan beberapa jenis logam, termasuk logam mulia. Besi putih ini adalah bahan yang digunakan tentara Sekutu dan Jepang pada masa Perang Dunia II untuk peralatan persenjataan. Morotai memang pernah menjadi markas tentara Jepang dan Sekutu. Tak pelak, pada masa Perang Dunia II sebuah pertempuran hebat antara Jepang dan Sekutu terjadi di pulau tersebut. Saat perang berakhir, para tentara membuang perlengkapan senjata ke lautan Morotai. Ada pula yang dikubur di dalam tanah dan dibiarkan begitu saja.

Penduduk Morotai kemudian memanfaatkan besi putih ini untuk berbagai kerajinan. Sebut saja perlengkapan memasak, aksesori, sampai samurai. Salah satu perajin bernama Naji. Pria berusia 58 tahun ini memiliki usaha besi putih secara turun-temurun yang tergabung dalam kelompok Marimoi.

"Awalnya dari orangtua saya, sebelum Perang Dunia II sudah membuat kerajinan aluminium di Galela. Lalu setelah Perang Dunia II baru pindah ke Morotai dan memakai besi putih," kata Naji. Pada usia senjanya, ia tetap menempa besi putih dan membuat berbagai kerajinan. Naji dibantu oleh anak dan beberapa anggota keluarganya.

Ia bercerita, tahun 1981 baru ada 63 perajin. Setelah itu usaha besi putih berkembang dan terbentuk unit-unit kelompok. Kini ada ratusan perajin yang terdiri dari 40 rumah tangga dan 3 usaha berskala besar. Salah satunya adalah Marimoi yang tergolong usaha besi putih pertama di Morotai. Naji tidak hanya memperkerjakan anggota keluarga, tetapi juga banyak anak putus sekolah.

"Kami mengajari anak-anak putus sekolah. Kalau sudah bisa, nanti mereka jadi perajin sendiri," ucapnya.
Ia pun mengatakan, sebenarnya pemerintah daerah telah memberikan berbagai bimbingan usaha. Contohnya, bantuan peralatan mesin las.

"Saya pikir sudah lengkap industri, koperasi, dan perdagangannya. Namun di sini putus, hanya ada pelatihan tetapi belum ada pembinaan untuk pemasaran. Padahal, kami perlu pemasaran yang bagus, tetapi tidak dibina. Masalah lainnya adalah binaan mengenai pajak," tuturnya.

Naji menuturkan, omzet tiga usaha besar besi putih sekitar Rp100 juta per bulan. Harga aksesori pun tergolong murah, sekitar Rp 15.000 sampai Rp 100.000.

Harga samurai bisa mencapai Rp 20 juta. Sementara beberapa pedang juga dijual dengan harga mahal. Apalagi, sarung dan gagang menggunakan kayu hitam eboni dari Morotai. Itu tentu saja menambah eksotisme dan kesan magis benda tersebut. Ia membeli bahan baku dari orang lain yang biasa mengumpulkan besi putih.
"Modal bahan baku murah, Rp 20.000-25.000 per kilogram. Besi putih ada yang diambil dari laut dan di dalam tanah. Dahulu orangtua enggak beli dari orang lain, tetapi ambil sendiri," ujarnya. Naji pun tergolong ngotot untuk pemilihan bahan baku. Ia hanya menggunakan barang rongsokan yang memang sudah rusak.
"Besi rusak saja yang diambil. Kalau yang masih bagus jangan karena bisa untuk pariwisata. Yang bagus juga jangan dirusak. Yang rongsokan kami ambil untuk bahan baku," tuturnya.

Sebagian kerajinan besi putih yang dihasilkan Marimoi dijual di pasar domestik dan internasional. Beberapa bisa Anda temukan di berbagai daerah di Maluku. Bahkan di Pulau Sulawesi dan Jawa pun sudah banyak yang menjualnya. Pasar luar negeri juga tertarik dengan kerajinan besi putih. Naji menceritakan, ia biasa mengekspor kerajinan ke Singapura, Malaysia, dan Belanda.

Naji kemudian menjelaskan cara pembuatan kerajinan besi putih. Pertama, besi dipotong sesuai dengan bentuk kerajinan yang diinginkan. Setelah itu besi ditempa sesuai dengan bentuk kemudian diamplas. Karena itu, Marimoi biasa menerima berbagai macam kerajinan sesuai dengan permintaan pasar. Namun, benda yang menjadi favorit adalah cincin, kalung, dan gelang.

Apa keunggulan besi putih? Menurut Naji, besi putih awet dan tidak karatan. Namun, Anda perlu berhati-hati saat membeli kerajinan besi putih di luar Pulau Morotai. Sering kali beberapa pembeli kecele karena ternyata kerajinan yang dibeli palsu alias bukan terbuat dari besi putih.

Seorang pedagang di Pasar Daruba memberikan tips cara membedakan besi putih  palsu dan asli. Caranya, ambil sehelai rambut lalu letakkan ke besi putih. Sulut helai rambut itu dengan rokok. Jika helai rambut putus, itu berarti besi putih itu palsu. Sebaliknya, jika tidak putus, benda itu memang terbuat dari besi putih asli. [travel.kompas.com]

KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Samurai seharga Rp 20 juta.



KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Memotong besi putih bekas kapal. 


KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Aksesoris dari besi putih.
More aboutDulu Alat Perang, Kini Jadi Gelang

Sepotong Surga di Bulukumba

Oleh Amril Taufik Gobel

Kenangan itu rasanya masih lengket di benak saya. Ketika itu, pada 1993, saya bersama kawan-kawan satu angkatan di Jurusan Teknik Mesin Unhas Makassar berwisata ke pantai eksotis yang terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

 
Photo credits - Tempo/Fahmi Ali

Rombongan kami berangkat dengan menyewa bis dari Makassar. Pantai Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp 35 ribu. Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp8000- Rp 10 ribu. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3,5-4 jam. Tarif masuk ke lokasi Pantai Bira sebesar Rp 5000/orang. Jadwal penerbangan ke Makassar dari kota-kota besar di Indonesia cukup sering, sehingga bukanlah hal sulit bila Anda berminat berkunjung ke surga tropis di Bulukumba ini.

Begitu tiba di sana, saya langsung merasakan kehangatan pantai. Aroma laut yang dihembuskan angin sepoi-sepoi serta pasir pantai yang putih, bersih dan lembut laksana tepung langsung membuat saya jatuh cinta di pandangan pertama pada pantai destinasi wisata turis mancanegara maupun lokal untuk berlibur ini.

 
Photo credits - Tempo/Fahmi Ali

Saat petang menjelang, bersama kawan-kawan, saya bermain bola di atas hamparan pasir putih ditemani cahaya mentari yang perlahan meredup menuju tempat peraduannya. Keindahan senja begitu terasa memukau dari pesisir tempat kami berdiri. Saya berdecak kagum menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan itu. Di kejauhan, matahari tenggelam perlahan menyemburatkan cahaya jingga yang membias lepas di hamparan laut. Nampak dua perahu nelayan berlayar di kejauhan kian menambah kontras keindahan.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkeling dengan tarif Rp 30 ribu. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut yang masih lengket di badan.

Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp 65 ribu. Di kawasan pantai juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.

Malam harinya, saya tak melewatkan waktu menikmati malam di Pantai Biru dengan menyusurinya tanpa alas kaki. Sensasinya terasa berbeda ketika kaki dilangkahkan di atas pasir yang lembut seraya menikmati debur ombak menerpa bibir pantai. Setelah itu kami mampir di sebuah rumah makan, dan di sana kami dengan lahap menyantap hidangan makan malam menggiurkan; ikan bakar dan sajian makanan laut khas Bulukumba.

Pagi harinya, saat matahari ramah menyapa dan cahayanya memantul cemerlang di laut yang biru jernih, saya langsung tergoda untuk berenang dan melewatkan waktu lebih panjang menikmati pesona surga di Bulukumba ini. Beberapa kawan saya memilih untuk menyelam dan menyaksikan keindahan terumbu karang di sekujur garis pantai Bira ini. Sungguh sangat menyenangkan!

Nah, Anda juga tertarik ingin menikmati pesona pantai eksotis ini?[id.travel.yahoo.com]
More aboutSepotong Surga di Bulukumba