ads ads ads ads ads ads ads
Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts

Yang Wajib di Hokkaido

Hokkaido adalah tujuan populer di kalangan turis dunia, tempat ideal untuk merasakan pengalaman Jepang yang tradisional. Dari mulai damainya gaya hidup sampai indahnya pemandangan, Hokkaido penuh dengan pesona yang tak pernah gagal memikat. Surga ini tersembunyi di bagian paling utara Jepang, hanya satu setengah jam penerbangan dari Tokyo.



Ramen

Miso ramen yang asli hanya bisa Anda temukan di Sapporo, Hokkaido. Sebagai tempat asal ramen, kios-kios dan restoran ramen tersebar di seluruh kota. Dua tempat yang terkenal di kalangan turis adalah Ramen Republic dan Ramen Yokocho. Ramen Yokocho, sebuah gang sempit yang dipadati warung-warung menyajikan ramen Sapporo yang terkenal, dapat ditempuh dengan 3 menit berjalan kaki dari stasiun kereta bawah tanah Susukino.

Daerah ini juga merupakan tempat hiburan dan kawasan red light yang populer, mulai 'hidup' saat matahari terbenam. Dua stasiun selanjutnya dari Susukino adalah taman hiburan Ramen Republic, berlokasi di lantai 10 Sapporo ESTA, kompleks bisnis tepat di depan Stasiun Sapporo. Sayangnya, tempat-tempat ramen yang popular ini terlalu dikomersialkan, harga yang mereka pasang ditujukan bagi turis dan pengunjung. Namun tak perlu khawatir, semangkuk ramen yang enak bisa dengan mudah ditemukan di mana saja di kota. Anda tinggal mencari beberapa penanda warung ramen yang enak - kecil, mungkin sedikit kumuh, tapi antriannya penuh, bahkan di tengah musim dingin.



Bir

Menyicipi bir adalah hal yang tidak boleh Anda lewatkan ketika menjelajah Hokkaido. Selain sake, Hokkaido terkenal dengan bir. Dengan banyaknya pabrik pengolahan di seluruh pulau, pastikan Anda mampir ke salah satunya untuk menyicipi bir yang baru selesai dibuat. Empat produsen bir yang terkenal adalah Kirin, Sapporo, Suntory, dan Asahi. Namun, tempat-tempat pembuatan kecil juga menawarkan bir yang tak kalah memuaskan.

Salah satu rekomendasi adalah mencoba makan malam Genghis-khan (domba panggang) dengan bir spesial di Pabrik Bir Sapporo. Perpaduan sempurna antara kelembutan cita rasa dengan alkohol - betul-betul sebuah kenikmatan duniawi!



Makanan Laut

Beragamnya pilihan di Hokkaido bisa menjadikan tempat ini surga bagi penyuka makanan laut. Daging kepiting, ikan salmon, scallop, landak laut, telur ikan salmon, semuanya tersaji segar untuk dinikmati. Kepiting-kepiting berukuran amat besar kerap menjadi pilihan para turis dan penduduk lokal. Pasar pagi di Hakodate adalah tempat mendapatkan makanan laut yang masih segar, hidup bahkan. Hakodate Asaichi (pasar pagi Hakodate) terletak sangat dekat dari stasiun JR Hakodate. Terdapat 360 toko, penjaja atau restauran yang menjual makanan laut. Bersiaplah untuk bangun lebih awal, pasar paling penuh aksi antara jam 6 hingga 7 pagi.



Cokelat

Anda tidak bisa meninggalkan Hokkaido tanpa membawa pulang sekotak Shiroi Koibito atau produk-produk Royce. Cokelat-cokelat ini sengaja dibuat sebagai penggoda indera perasa, dengan aroma kelapanya yang kaya dan menggiurkan, membangkitkan segala hasrat demi kegemaran akan cokelat.

Kunjungi Taman Shiroi Koibito - pabrik cokelat Ishiya, tempat pembuatan Shiroi Koibito. Dengan tiket masuk seharga 600 yen, Anda seperti memasuki dunia "Charlie dan Pabrik Cokelat" versi Charles Dickens. Selain melihat proses produksi secara langsung, ada galeri yang menampilkan kemasan dan kaleng cokelat, ratusan cangkir teh dan cokelat panas, bahkan koleksi mainan anak-anak dari seluruh dunia. Benar-benar sebuah pengalaman yang penuh kenangan masa kecil.



Salju

Musim dingin adalah puncak aktivitas. Meskipun Februari 'membeku', Odori Park semarak oleh orang-orang yang bersiap untuk festival salju terbesar sepanjang tahun. Festival Salju Sapporo sudah tersohor di dunia, mengundang 2 juta pengunjung untuk datang ke Hokkaido setiap tahun. Para 'pematung' salju pun datang berkumpul dari seluruh dunia untuk saling berlomba.

Berbagai bentuk pahatan terlihat di sepanjang jalan, Hokkaido seperti sebuah kerajaan salju. Patung-patung itu bisa setinggi bangunan tiga lantai, berbentuk karakter kartun seukuran manusia, atau meniru monumen dan ikon termasyhur, semuanya terbuat dari es. Betul-betul mengagumkan! Malam hari adalah waktu terbaik untuk menikmati karya seni ini, saat lampu-lampu jalan menerangi dan mengubah Hokkaido menjadi negeri dongeng raksasa. 

sumber
More about → Yang Wajib di Hokkaido

Jepang dengan Anggaran Terbatas

Pesona Jepang seringnya memerlukan biaya besar dan mahal. Survey terbaru tentang biaya hidup menempatkan Tokyo dan Osaka sebagai dua kota dunia termahal. Tetapi turis beranggaran terbatas tidak perlu resah, masih ada cara untuk berwisata murah ke Jepang. Inilah beberapa tips untuk mengefektifkan uang saku Anda.

 
Photo credits - comedy nose

Rencanakan Dulu

Pengeluaran perjalanan bisa ditekan dengan perencanaan matang, seperti menggunakan layanan kereta api dan penerbangan domestik yang murah (menggunakan airpass). Beberapa fasilitas ini hanya tersedia bagi orang-orang asing, dan sering cuma bisa dibeli di luar Jepang. Anda juga dapat menghemat banyak uang dengan memprioritaskan atraksi apa saja yang ingin Anda lihat (dan apa yang bisa diabaikan).

 
Photo credits - hildgrim

Bepergian

Jika Anda berencana tinggal di Jepang sampai tiga minggu dan akan banyak melakukan perjalanan, JR Pass adalah cara terbaik berhemat. Harap dicatat, Anda perlu menukar semacam bukti pemesanan dari kantor penjualan resmi atau agen sebelum datang ke Jepang. Jadi, semua ini kembali ke poin pertama, perencanaan yang matang!

Ada juga berbagai Air Passes yang akan sangat berguna jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh di Jepang, misalnya, untuk mengunjungi pulau-pulau di selatan seperti Okinawa. Setiap biro memiliki Air Passes-nya sendiri-sendiri dengan harga dan rute yang
berbeda, jadi pastikan untuk memilih dengan bijak.

 
Photo credits - Stefan

Penginapan

Ini adalah kebutuhan mahal lainnya, jadi cobalah layanan Couch Surfing jika anggaran benar-benar terbatas. Jika tidak, pilihan akomodasi murah berkisar antara youth hostel dan asrama. Ada juga lokasi perkemahan di seluruh Jepang, tetapi beberapa lebih sulit diakses daripada yang lain, sehingga intinya kembali lagi ke poin pertama, perencanaan!

Untuk pengalaman tak terlupakan yang benar-benar khas Jepang, habiskan semalam di berbagai penginapan tradisional, biasanya disebut Minshuku atau Ryokans. Ini memang bukan pilihan termurah, namun benar-benar bisa membuat Anda merasakan Jepang.

 
Photo credits - strikeael

Relawan

WWOOF adalah program sukarela yang sangat bagus, Anda hanya mengeluarkan biaya 5.500 Yen (sekitar USD60) per tahun. Program ini adalah salah satu cara terbaik untuk menjalani cara hidup dan mengenal budaya Jepang. WWOOF biasanya akan memberi Anda akomodasi dan kamar secara gratis. Sebagai imbalannya, Anda bekerja selama 4-6 jam per hari. Jenis pekerjaan yang akan Anda lakukan tergantung dari satu tuan rumah ke tuan rumah lain. Di sinilah Anda berkesempatan untuk belajar keterampilan baru. Pada saat yang sama, Anda bisa ikut berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari tuan rumah, mereka mungkin bisa memberi tur lokal dan kegiatan.

 
Photo credits - fujisan3(MR.mt)

Makan Seperti Penduduk Lokal

Makanan di Jepang tidak semahal yang Anda kira, dan untungnya, sangat mudah menemukan tempat makan murah. Restoran biasanya menampilkan menu yang mencantumkan daftar harga mereka di luar. Cobalah ke berbagai bar ramen, semangkuk soba, udon atau ramen di sana harganya mulai dari 250 yen. Restoran sushi dengan ban berjalan juga murah, harga sepiring sushi berkisar antara 100 sampai 200 yen.

 
Photo credits - FMYFJHR

Tur Gratis

Pada siang hari, kunjungi kuil terbaik, museum dan atraksi lainnya. Rencanakan terlebih dahulu, maka Anda dapat menemukan berbagai tur gratis, lengkap dengan pemandu. Ini adalah cara terbaik untuk mengenal sejarah budaya Jepang. Ada baiknya mengecek tiket-tiket murah lain yang memungkinkan Anda berhemat, seperti Tokyo Museum Grutt Pass yang memberikan akses ke 66 tempat selama dua bulan.

sumber
More about → Jepang dengan Anggaran Terbatas

Dari Sapporo ke Tokyo Dalam 18 Jam

Oleh W. David Marx

Kapal ferry umum di Jepang menawarkan pengalaman yang akan menguji kesabaran dan ketahanan Anda terhadap laut, tetapi jika Anda ingin melepaskan diri sesaat dari dunia, pengalaman ini pantas dicoba.



Ketika cuaca sedang bagus, dek pemantauan di Sunflower Furano merupakan tempat yang bagus untuk menghabiskan waktu

Pesawat hanya untuk pengecut. Bepergian ke Sapporo dari Tokyo untuk Festival Salju di bulan Februari, saya menggunakan kereta api Hokutosei selama 16 jam. Untuk perjalanan pulang, hanya terdapat satu pilihan yang lebih menantang dan irasional: kapal ferry selama 18 jam.

Kapal Sunflower Furano mungkin merupakan pilihan terakhir untuk bepergian antara area utama metropolitan di Jepang, tetapi perusahaan perkapalan Mitsui O.S.K Lines (MOL) menjalankan kapal ferry Sunflower antara Sapporo dan Tokyo untuk tujuan wisata maupun bisnis. Kapal besar yang jalan pada malam hari ini memiliki ruang besar untuk truk dan kargo, tetapi dek bagian atasnya seperti kapal pesiar kelas bawah. Penuh kamar penumpang, pusat permainan, kamar mandi terpisah, dek pemantauan, ruang menonton TV, area bermain anak dan restoran.

Walaupun ini adalah pilihan utama bagi pengemudi truk yang membawa produk susu ke Honshu atau bagi mereka yang ingin naik mobil sendiri ke Hokkaido, ferry bisa menjadi salah satu cara paling murah untuk bepergian untuk orang umum. Murah atau tidak, bagaimanapun juga, cara ini menawarkan petualangan tersendiri.

Tidak sepenuhnya Sapporo ke Tokyo

 
Yang pertama harus Anda pahami adalah, ketika MOL berkata Sapporo ke Tokyo, mereka sedikit berbohong. Sebenarnya kapalnya berangkat dari kota pelabuhan Hokkaido, Tomakomai ke kota pelabuhan prefektur Ibaraki, Oarai. Kedua kota ini berjarak lebih dari satu jam dari masing-masing Sapporo dan Tokyo.

Menuju Sapporo dari Tomakomai menghabiskan sekitar dua jam dengan bus umum, yang berangkat ke pelabuhan dari stasiun Sapporo pada jam 3 siang (¥1,270). Pelabuhannya jauh dari stasiun JR Tomakomai, jadi jika Anda tidak ingin menggunakan taksi, bus adalah pilihan yang paling mudah dan murah. Bagaimanapun juga, bus tersebut banyak berhenti, dan seringnya terlalu lama sehingga penumpangnya hampir saja memberontak.

Walaupun kapalnya memiliki restoran dan toko yang menjual makanan ringan, penumpang yang cerdas sebaiknya membeli makanan di Sapporo atau pada toko swalayan di terminal ferry Tomakomai. Ferry menyediakan air panas, jadi mie instan merupakan pilihan tepat. Banyak juga terdapat mesin makanan dan minuman otomatis, sehingga minum tidak menjadi masalah.

Pemisahan kelas sosial oleh tipe kamar

Jika kereta bertempat tidur adalah magnet bagi keluarga dan mereka yang obsesif dengan kereta, kapal ferry menawarkan harga yang murah. Penumpang ferry terdiri dari 85% laki-laki. Kebanyakan adalah pengemudi truk, perusahaan kapal tersebut mencoba memisahkan mereka dengan penumpang wisatawan dalam berbagai kesempatan. Sebagai contoh, pengemudi truk telah disediakan kantin murah tersendiri agar tidak bercampur di restoran utamanya. Meski dengan cara-cara ini, para pengemudi truk masih saja bergaul di ruang santai, kamar mandi dan ruang permainan.

 
Di perjalanan, saya kebanyakan berbagi ruang dengan para pensiunan. Beberapa keluarga juga terlihat, dengan anak-anak mereka berkeliaran di ruang permainan atau duduk diam selama 18 jam di perpustakaan manga. Kebanyakan waktu perjalanan akan Anda habiskan di ruang tidur, jadi memesan akomodasi yang tepat bisa membedakan antara 'pelayaran romantis' dan 'tenda pengungsian.' Kamar ekonomi (¥8,500 hari biasa, ¥11,000 musim liburan) sebenarnya hanyalah ruang terbuka beralaskan tatami dengan selimut, bantal dan alas tidur yang ditumpuk. Terlihat seperti campuran antara ruang tidur siang di taman kanak-kanak dengan penampungan korban badai Palang Merah. TVnya selalu menyala, dan disinilah kebanyakan pengemudi truk tidur, makan dan merokok. Kamar kasual (¥11,000 hari biasa, ¥14,000 musim liburan) adalah satu tingkat di atas ruang geladak: ruang terbuka dengan tempat tidur terpisah. Ini merupakan favorit para mahasiswa.

Jika Anda mencari kenyamanan dasar, saya menyarankan kamar standar (¥14,500 hari biasa, ¥18,000 musim liburan), terlihat seperti kamar hotel tanpa aksesoris. Tiap ruang terdiri dari sepasang tempat tidur bertingkat. Jika Anda memesan untuk sendiri, Anda bisa mendapat seluruh kamar, tetapi harus membayar 75% untuk ranjang satunya. Untungnya, pada hari biasa, Anda hanya harus membayar untuk satu tempat tidur. Umumnya, bagaimanapun juga, memesan kamar standar hanya masuk akal jika Anda bepergian dengan kawan atau keluarga. Jika tidak, harganya bisa seperti naik kereta atau pesawat.

Dibandingkan kamar ekonomi, kamar standar tampak seperti kemewahan, dengan wastafel sendiri, sofa kecil dan meja, pemandangan ke laut dari jendela dan TV/pemutar DVD yang kadang-kadang menerima sinyal dari prefektur Tohoku. Anda dapat menyewa DVD di kapal, selama anda suka menonton film Tora-san dan film-film kecil lainnya.

Di ruangan pribadi, hanya sedikit gangguan ketika anda tidur. Deru mesin terasa pelan, penutup telinga cukup membantu meredamnya, dan selain itu juga guncangan tak terlalu keras.

Kami tidak yakin siapa yang menyewa kamar luxury deluxe, tetapi kamar itu memiliki akomodasi hotel kelas atas (¥21,500 hari biasa, ¥26,000 musim liburan) dengan kamar mandi dan toilet pribadi, juga selimut lembut di ranjangnya. Terdapat juga kamar mewah bergaya Jepang dengan tatami dan futon. MOL memberikan kupon restoran gratis bagi penghuni kamar mewah tersebut.

Yang bisa dilakukan ketika tidak mabuk laut

Kapal SunFlower sangat besar sehingga jarang terombang-ambing oleh gelombang seperti kapal-kapal kecil lainnya. Tetapi, pada perjalanan saya, angin kencang menerpa sehingga membuat kapal sedikit bergoyang dengan sudut akut. Untuk Anda yang agak sensitif sebaiknya membawa Dramamine ata membelinya di toko suvenir di atas kapal.

Ketika Anda tidak sedang makan di restoran atau memandangi pemandangan berkabut Tohoku di dek pemantauan, tidak banyak hal yang dapat dilakukan di atas kapal. Ruang permainan kebanyakan diisi oleh permainan menggunakan kait dan beberapa mesin mahjong. Terdapat juga perpustakaan manga kecil, beberapa TV menampilkan saluran lokal dan penayangan film. (Tentu saja di perjalanan Saya yang ditayangkan adalah film klasik Tora-san "Otoko wa tsurai yo.")

 
Seperti kereta Hokutosei, cara terbaik untuk menghabiskan waktu adalah minum-minum. Tidak terdapat bar, jadi mesin minuman otomatis menjadi pengganti bartender. Pengemudi truk yankii muda akan membeli banyak bir kategori ketiga, tetapi karena ini masih merupakan perjalanan ke Hokkaido, Sapporo Classic merupakan pilihan minuman terbaik. Toko suvenir juga menjual es dan minuman keras dalam botol kecil jika Anda memutuskan untuk minum lebih serius. Terlalu banyak minum tidak akan berdampak buruk dengan mabuk laut, tetapi terdapat ember kecil di kamar mandi area utama.

Cara yang baik untuk bersantai di kapal adalah mandi berendam. Penataannya seperti hotel murah: sebuah ruangan untuk berganti pakaian dan ruang besar dengan bak mandi dan pancuran dengan tempat duduk. Saya senang mengetahui bahwa airnya telah disterilkan. Sabun dan sampo telah disediakan dan airnya cukup hangat. Satu-satunya masalah adalah goyangan kapal membuat duduk di bak mandi serasa berada di kolam arus. Dan para pengemudi truk tampaknya tidak melihat aturan 'bilas sebelum berendam' secara serius.

Kebanyakan penumpang berkumpul di ruang santai pada siang hari. Terdapat sekitar dua puluh tempat duduk bertempat di depan jendela dan satu baris kursi pijat. Banyak wanita merajut. Pemandangan hampir tidak terlihat pada malam hari, tetapi di pagi hari, dapat terlihat sebagian dari Fukushima. Masalahnya, pemandangan berganti hanya satu inci per menit. untuk pemandangan lebih baik pergilah ke dek, tergantung cuacanya, Anda bisa mendapat angin segar atau rasa dingin yang menusuk.

Perjalanan jauh ke Tokyo

Sunflower Furano tiba di Oarai sekitar pukul 14.30, tetapi itu artinya Anda harus meneruskan perjalanan selanjutnya: Oarai ke Tokyo

Cara yang paling mudah adalah dengan bus pada 14.40 ke Mito (¥600). Saya lebih memilih memanggil taksi dan membayar ¥740 ke stasiun JR Oarai -- sebuah tempat tradisional yang belum memiliki gerbang tiket otomatis. Lalu saya meniki kereta lucu ke stasiun Mito (¥310), lalu dari Mito saya menaiki kereta ekspres ke Ueno (¥3520). Terdapat bus-bus dari stasiun Mito ke Ueno, tetapi jadwalnya tidak selalu sejalan dengan waktu keberangkatan kapal ferry.

Apakah cukup setimpal?

Secara pribadi, saya menaiki kapal ini karena keinginan aneh untuk melihat pemandangan Hokkaido bukan dari atas pesawat. Tetapi apakah kapal ferry merupakan cara menarik untuk berperjalanan bagi orang lain?

Saya bertanya kepada dua wanita tua yang sedang minum bir ditemani bento tentang mengapa mereka memilih kapal ferry sebagai transportasi. Kakak-beradik Kazumi dan Sunama Usami mengatakan, "Kami menjalani tur Yomiuri dari Hamamatsu dengan 27 orang lainnya. Kami berdua adalah pensiunan jadi kami punya banyak waktu luang. Cara ini sangat murah."

Nakaya Sugawara, sekitar 20 tahun, menimpali argumen 'ekonomis ketimbang efisiensi' ini: "Saya ingin pergi ke Sapporo, dan saya punya waktu tapi tidak punya uang. Jadi saya memilih kamar kasual."

Secara keseluruhan , keinginan Saya untuk menetap di kamar pribadi dan menaiki transportasi tercepat menuju Tokyo menghabiskan total ¥26,870 -- lebih dari tiket kereta Hokutosei ¥25,590. Jika saya mengambil rute yang sama bersama orang lain, hanya akan menghabiskan dana ¥20,340. Menggunakan kamar ekonomi hanya menghabiskan ¥14,340. Jadi perjalanan dapat menjadi murah dengan kompromi-kompromi yang tepat.

Kapal Sunflower MOL cukup menyenangkan, dan tidak ada keluhan berarti untuk akomodasinya, tetapi dengan harga yang saya bayar, arti transportasi dari kapal menjadi berkurang. Perjalanan ke Tomakomai dan dari Oarai menghabiskan dana ¥5,000 untuk tiket dan menghabiskan waktu empat jam. Secara umum, kapal tersebut kurang memiliki suasana romantis seperti di kereta, dan goyangannya dapat sedikit mengganggu. Saya masih merasa terombang-ambing selama dua hari sesudah perjalanan itu.

Menurut pengalaman saya, perjalanan kapal ferry ini hanya saya anjurkan untuk seseorang yang benar-benar mencari pelarian dari kesibukan dunia selama 18 jam. Penerimaan sinyal telepon kurang baik, dan kebiasaan di atas kapal tidak akan memungkinkan Anda untuk menjalin pertemanan dengan penumpang lain. Kapal ferry dari Sapporo ke Tokyo adalah pilihan utama untuk mengasingkan diri, dan mungkin hanya itu.

sumber
More about → Dari Sapporo ke Tokyo Dalam 18 Jam

Stasiun Shibuya Buat Pecinta Bir

Berikut adalah agenda pencinta bir di seputaran Stasiun Shibuya, antara lain; The Aldgate, Cataratas, Craftheads, Amusement dan The Griffon.



Shibuya populer akan klub mewah dan kafe-kafe modernnya (biasanya banyak 'gyaru' -- gadis Jepang -- yang sering nongkrong di sana), tetapi kawasan hiburan itu juga menawarkan pilihan bar dan pub yang bisa memenuhi kepuasan penggemar bi. Berikut adalah lima lokasi buat Anda yang ingin merasakan bir yang sangat jarang Anda temui di belahan dunia manapun.


The Aldgate: 19 keran, harga masuk akal

The Aldgate (Udagawacho 30-4, Shibuya-ku, tel 03 3.462-2.983.) tampak kontras dengan restoran lainnya di Center-gai di Shibuya. Pub bergaya Inggris ini memiliki 19 keran bir yang menyajikan bir impor dan lokal buatan Jepang. Mereka juga menawarkan beberapa produk eksklusif bagi para pemburu bir. Aldgate Ale dan Harry Porter adalah pilihan favorit, dan baru-baru ini mereka menyediakan Jack the Ripper IPA (India Pale Ale) -- sebuah minuman bercita rasa 'kering' yang butuh waktu lama untuk dihabiskan, secara eksklusif disajikan untuk The Aldgate oleh Baird Brewing.

Bir sangat mahal. Per gelas biasanya dihargai ¥650-750 dan per pint (0,56 lt) seharga ¥950-1,050 tapi The Aldgate masih memberikan harga yang terbaik dari lima pub ini, terutama karena bar menyediakan wi-fi gratis. Dari 19 keran bir yang tersedia,
tiga sampai empat menyajikan bir istimewa, sementara keran-keran lainnya menawarkan variasi bir yang ada secara reguler.

The Aldgate kadang-kadang buka pada pagi hari untuk pertandingan besar seperti rugby dan Super Bowl. Jika Anda tertarik untuk datang ke The Aldgate, sebaiknya Anda mengakrabkan diri dengan para staf. Dengan ini, Anda bisa meminta lagu dari koleksi piringan mereka yang sangat mengesankan

Craftheads: 18 keran, harga mahal

 
Craftheads (Jinnan 1-13-10, Shibuya-ku, tel. 03 6.416 9.474) menawarkan ruang bawah tanah yang sangat indah dan dihiasi beton serta mebel kayu. Pemilik bar memiliki perjanjian impor dengan perusahaan Three Floyd Brewing di Illinois, jadi Anda hanya bisa menemukan bir buatan mereka di Jepang. Meski begitu, Anda akan membayar harga di kisaran premium, untuk botol 650 ml.

Mulai dari ¥3400 sampai ¥4800 untuk bir seperti Dreadnaught IPA, Popskull Imperial Brown Ale dan Dark Lord Russian Imperial Stout. Pint yang disajikan di Craftheads selalu sedikit, biasanya disajikan di gelas-gelas dan selalu tak pernah sampai penuh. Dengan
harga ¥500-800 per setengah pint, dan ¥900-1500 untuk satu pint, Anda akan merusak bukan hanya hati, tapi juga dompet. Craftheads punya 30 keran bir tapi keterbatasan ruang pendingin mereka hanya memungkinkan untuk menyajikan 17-18 bir dalam satu waktu. Rasio bir mereka 3:2, bir impor (biasanya dari Pantai Barat AS) hingga bir lokal Jepang.

Cataratas: Tempat duduk terbatas, harga maksimal

Cataratas (Sakuragaokacho 16-14, Shibuya-ku, tel. 03 3461 6615) didirikan oleh pasangan yang suka bepergian keliling dunia sebelum akhirnya membuka bar (lihat album foto mereka ke Bavaria, Angkor Wat, dan lain lain). Sebuah bar kecil yang terletak jauh di ruang bawah tanah dengan delapan kursi dan dua meja. Mereka memiliki enam keran, ketika Anda berkunjung ke sana jangan buang waktu mereka dengan bir kualitas rendah.

Bar kecil itu selalu memiliki penawaran bir terbaru dari pabrik ternama berkualitas tinggi seperti Stone, Maui Brewing dan pabrik terkenal lainnya dari A.S. Jika Anda minum cukup banyak pint, (dan Anda harus minum lebih dari 100), pasangan pemilik bar akan
memajang karikatur Anda di dinding.

Bir di Cataratas sangatlah mahal, dengan setengah pint dihargai ¥1000 dan satu pint ¥1500. Mereka juga menawarkan lebih dari 50 jenis bir dari seluruh dunia dengan kisaran harga ¥1200. Ingatkan diri Anda, bahwa Anda juga akan membayar pelayanan luar biasa dari pasangan super ramah itu.

Amusement: Bir Jerman dengan atmosfer saloon

Amusement (Sakuragaokacho 2-9, Shibuya-ku, tel. 03 3464 7971) adalah sebuah jukstaposisi. Bar ini didekorasi seperti saloon, dan melantunkan musik jazz Dixieland serta menawarkan bir dari Oregon dan Jerman. Bir Oregon berasal dari Rogue Brewing, diimpor dan diberi label ulang dengan nama Jepang oleh Ezo Beer. Sedangkan bir Jerman sangat bervariasi tergantung musim dan konsisten memasukkan beberapa label paling terkenal seperti Hofbrau, Spaten, Franziskaner dan Paulaner.

Bir berukuran kecil dihargai ¥850 dan ukuran besar ¥1050, bir Jerman biasanya disajikan dalam ukuran 300ml dan 500ml. Lihatlah lebih dekat ke dinding, maka Anda akan menemukan jejak dari band rock 1990an, Mr Big. Ada tanda tangan mereka di dinding dari saat mereka mampir ke bar itu pada 1 Januari 1996.

The Griffon: surga bir lokal

The Griffon (Shibuya 2-22-6, Shibuya-ku, tel. 03 3498 0839) adalah bar yang masih baru dengan pilihan mengesankan akan bir buatan Jepang. Anda anda sulit menemukan tempat lain yang menawarkan beragam pilihan ji-biru (bir lokal). Ada 16 keran bir di sana, tapi hanya sedikit yang bukan buatan Jepang.
 
Guinness dan Hoegarden disajikan dalam pint seharga ¥980, tapi semua bir Jepang dihargai ¥900 per gelas dan berasal dari produsen berkualitas tinggi, seperti Sankt Gallen, Minoh, Shonan Beer, Preston, Kinshachi, Fujizakura dan Yona Yona.

Anda juga akan menemukan bir yang sangat jarang ditemukan dengan tulisan mezurashii di sisinya. Ini adalah bir-bir langka dari pabrik seperti Tono, Tanaikogen dan lainnya. Lampu temaram dan musik pop yang diputar keras memberikan pub ini atmosfer Shibuya yang lebih kental dibanding pub-pub lain.

More about → Stasiun Shibuya Buat Pecinta Bir

Saat Bunga Cherry Mekar di Kanazawa

Saat Bunga Cherry Mekar di Kanazawa

Terlambat datang ke pesta bunga cherry? Pergilah ke arah utara ke Kanazawa, Sendai atau Hakodate.



Untuk melihat bunga cherry Jepang pada saat musimnya membutuhkan sedikit rencana dan banyak keberuntungan: tidak peduli seberapa banyak artikel yang kamu baca atau kabar terbaru yang kamu ikuti, cuaca dingin yang tiba-tiba datang atau cuaca panas bisa terjadi dalam seminggu atau bahkan lebih. Bunga cherry di Jepang paling terkenal di wilayah Tokyo dan Kyoto yang habis musimnya pada awal April.

Jadi jika anda datang terlambat di pesta daun bunga, anda harus berpikir menuju ke utara!

Bunga Kanazawa

Bunga Cherry akan mekar sedikit terlambat di kota bagian utara Jepang seperti Sendai atau Hakodate ini karena iklim di sana yang lebih dingin. Pilihan bagus lainnya untuk menikmati bunga cherry saat pertengahan-April adalah di Kanazawa, yang berlokasi di barat laut Tokyo di laut Jepang. Kota modern dengan beberapa wilayah bersejarah, tujuan utama di Kanazawa adalah istana Kanazawa dan Kenrokuen, yang merupakan salah satu dari tiga taman terbaik di Jepang dan wilayah yang bagus untuk menikmati hamparan bunga cherry.

 
Menuju Kanazawa dari Tokyo sangat mudah dengan menggunakan kereta ekspress Jepang, Shinkansen. Naik Joetsu Shinkansen dan berlanjut naik ekspres yang agak terbatas di Echigo-Yuzawa, dengan lama perjalanan sekitar empat jam. Kanazawa bahkan lebih dekat dengan Kyoto dan Osaka, hanya sekitar dua jam dengan kereta ekspress tersebut. Untuk menghemat biaya perjalanan ke Kanazawa bila anda berangkat dari Tokyo, anda dapat menggunakan bis dari Shinjuku atau Ikebukuro, meskipun waktu perjalanan anda akan lebih lama.

Taman yang paling terkenal di Jepang, Kenrokuen, telah dibangun sejak 1774. Taman ini terlihat cantik di setiap musim, ditambah lagi dengan warna bunga cherry pada musim panas semakin menghidupkan taman yang susah payah dibentuk itu. Sederet pohon dekat pintu masuk taman dan dekat istana Kanazawa merupakan lokasi yang bagus untuk difoto, tetapi untuk pesta bunga cherry Jepang yang sempurna, pesta hanami harus dicoba. Selama perjalanan anda menuju taman, mampirlah ke pasar keluarga, Sunkus, atau toko yang nyaman lainnya untuk persediaan makanan apda Asahi Super Dry dan makanan ringan untuk pesta dadakan di taman.

Di samping hamparan bunga-bunga pink, areal sebesar 25 hektar di taman Kenrokuen juga menyediakan semua yang kamu inginkan. Lentera batu, lukisan jembatan, pagoda agung dan masih banyak pajangan lainnya. Sebelum mengalami perkembangan yang pesat, Kenrokuen awalnya adalah taman Istana Kanazawa, dan meskipun bangunan yang saat ini adalah rekonstruksi, istana itu masih dekat dan memiliki pemandangan yang mengesankan.

Tempat Alternatif Lain

 
Selain taman Kanazawa masih ada macam-macam tempat seperti area Nagamachi, yang telah dibangun kembali untuk menampilkan bagaimana samurai Kanazawa hidup. Beberapa rumah seperti Nomura House adalah bangunan yang asli, dan sepanjang area itu merupakan pemandangan indah Jepang tempo dulu. Area Higashi-Chaya adalah tempat lain yang menarik, pernah menjadi pusat dunia geisha Kanazawa dan sekarang direnovasi menjadi area yang romantis untuk menikmati segelas teh hijau. Tempat yang modern juga tersedia disana dengan kualitas sama bagusnya, dengan mengadopsi gaya arsitektur dari Museum Seni Kontemporer abad 21 dan stasiun Kanazawa yang menawarkan secara sempurna perbedaannya dengan area bersejarah Kanazawa.

Meskipun menuju Kanazawa bisa dilakukan dalam sehari dari Kyoto atau Osaka, keberangkatan dari Tokyo perlu berhenti untuk menginap, sedikitnya semalam untuk membuat perjalanan jadi lebih menarik. Untuk lebih mengenal sejarah Kanazawa, menginap di tempat penginapan gaya tradisional Jepang seperti Nakayasu Ryokan bisa menjadi pilihan yang tepat, tetapi biaya yang disukai seperti penginapan Dormy dan penginapan Totoko cukup mewakili. Pilihan unggulan kami untuk hotel di Kanazawa adalah Hotel Tokyufor yang harga dan kenyamanannya sebanding.

Tempat Menarik Lainnya

Sendai: Ibukota Miyagi Prefecture dan didirikan oleh panglima perang samurai terkenal date Masamune, yang juga terkenal sebagai "naga bermata satu," bunga Cherry Sendai biasanya bermekaran selama minggu ketiga di bulan April.

Hakodate: Bunga-bunga pelabuhan ujung selatan Hokkaido ini biasanya mencapai puncak musimnya, bersamaan dengan kota terbesar Hokkaido Sapporo pada awal bulan Mei.

sumber
More about → Saat Bunga Cherry Mekar di Kanazawa

Gua Bawah Tanah yang Dramatis di Okinawa

Oleh Michael Lynch

Pembaca CNNGo Michael Lynch menjelajahi gua-gua purba di Okinawa dan menemukan arus air yang bercahaya, stalaktit dengan warna-warna psikedelik serta botol-botol minuman.

Dengan suhu rata-rata tahunan mencapai 22 derajat Celsius dan lebih dari 2000 mm curah hujan per tahun, pulau Okinawa adalah lokasi yang sangat lembab untuk dikunjungi.

Berselancar angin, berenang, snorkeling, scuba dive, jet ski, dan boating adalah aktivitas populer di sini. Anda yang tidak tertarik dengan aktivitas-aktivitas air, ada lima situs UNESCO yang bisa dikunjungi, serta berbagai festival pada bulan-bulan hangat.

Seperti laiknya pulau-pulau tropis lainnya, akan ada hari-hari hujan atau hari yang sangat panas dan lembab, saat semua pejalan lebih memilih bersembunyi di kamar hotel mereka. Tapi itu bukan liburan!

Maka ikatlah tali sepatu jalan Anda dan kunjungi gua-gua bawah tanah ini...




Gua Gyokusendo

Hanya 10 km dari selatan Bandara Naha, gua ini bisa dicapai dengan bus atau mobil dalam waktu kurang dari satu jam. Gua Gyokusendo adalah sistem gua terbesar kedua yang ditemukan di Jepang dan memiliki jalur sempanjang 800 meter yang bisa dilalui pengunjung.

Gua ini memiliki sungai-sungai kecil, air terjun, stalaktit dan stalagmit yang sudah terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Gua ini memiliki penerangan yang baik dan sangat memperhatikan keamanan para pengunjung.

Pegangan tangan berbahan metal dan jalur pejalan kaki membuat berjalan sepanjang 800 meter di gua ini mengasyikkan. Tetapi Anda tetap harus waspada. Ada titik-titik yang licin, tempat kelembaban terakumulasi pada tali-tali tambang.

Pendeteksi gerakan akan menyalakan lampu, gua pun hidup dengan warna-warna psikedelik yang terpancar pada lapisan es stalaktit di atas kepala. Gemericik air dari sungai kecil dan air terjun bisa terdengar di sepanjang gua dan, di beberapa tempat, kolam-kolam air itu memancarkan cahaya biru dari lampu-lampu yang dipasang secara strategis di bawah permukaan air.

Meski suasananya damai, menenangkan, dan sunyi, tidak butuh imajinasi lebih untuk membayangkan kemunculan tiba-tiba sesosok monster dari bentuk dan bayangan tak biasa dari bebatuan di gua ini. Para produser film pun pernah menjadikan gua ini sebagai lokasi syuting film Godzilla pada 1974.

Gua Gyokusendo, 9.00-18.30. (November-Maret: 9.00-18.00) ¥1,200 untuk gua and Okinawa World Village. Fasilitas: kamar kecil, toko suvenir, restoran. Parkir: gratis dan tak terbatas. Untuk info lebih lanjut tentang Gua Gyokusendo, kunjungi www.japan-guide.com atau www.okinawa-information.com.




Gua dan Kuil Kin Kannon-do

Kuil Kin (Kannon), yang paling tidak ramah pejalan kaki dari tiga gua yang ada, memberikan kejutan dan sejarah yang unik. Sepatu jalan yang kuat, bukan sandal atau sandal karel, disarankan untuk mencegah terkilir atau jatuh saat menelusuri kedalaman gua.

Pada 1552, misionaris Buddha yang sedang berperjalanan dari Cina ke Jepang, diselamatkan dari kapal karam oleh para penduduk desa Kin dari taifun. Saat tinggal di sana, ia mendirikan Kuil Kin. Patung emas Buddha yang disumbangkan oleh misionaris itu duduk tersenyum di dalam gua.

Jalan turun menuju gua ini cukup curam, pegangan tangan disediakan di sepanjang tangga tapi tak lama sampai para pengunjung sampai di permukaan yang rata. Meski kering pun, jalan-jalan di gua ini bisa licin.

Sepanjang jalan, pengunjung bisa melihat hio yang dibakar dan ada persembahan-persembahan, menandakan pemujaan pada titik-titik sakral. Setelah Anda sampai pada permukaan tanah yang cukup datar, ada banyak keunikan-keunikan yang bisa dilihat.

Ada ribuan botol Tatsu Awamori (Sake khas Okinawa) berukuran 1,8 liter yang sengaja disimpan dan didinginkan di sejuknya kedalaman gua. Para pengunjung membayar ¥10 ribu per botol untuk menyimpan di rak-rak kayu yang berjejer di belakang gua selama 5 sampai 10 tahun. 

Botol-botol ini akan diberi label nama pemiliknya dan tanggal mulai disimpan. Beberapa orang bahkan menempelkan foto bayi atau pernikahan, lainnya hanya nama dan tanggal.

Para pemiliknya akan mengambil botol ini pada saat-saat istimewa, seperti kelulusan seorang anak, merayakan anak tumbuh dewasa, atau pesta peringatan tahunan.

Saat saya berjalan kembali ke puncak tangga yang licin, saya berhenti di depan patung Buddha yang tersenyum, seolah tengah menjaga harta karun di bawah dan berpikir, "Ya, saya juga akan tersenyum seperti itu."

Gua dan Kuil Kin Kannon-do, tel. +81 (0)98 968 2438 (Penyulingan Kin), buka tiap hari 9.00-17.00, ¥400. Fasilitas: kamar mandi dan toko suvenir. Parkir: di jalan sekitar dan belakang kuil. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kuil Kin Kannon-do, kunjungi www.showcaves.com atau www.wonder-okinawa.jp.

sumber
More about → Gua Bawah Tanah yang Dramatis di Okinawa